BUANAINDONESIA.CO.ID JAKARTA- Kabupaten Banyuasin resmi ditunjuk sebagai pusat percontohan kawasan pertanian modern berbasis Indonesian Millennial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo) seluas 22 ribu hektare di Kecamatan Muara Telang.
Langkah besar ini merupakan wujud nyata dukungan daerah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional serta selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran langsung Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (12/9), menegaskan kesiapan penuh pemerintah daerah dalam mengawal program strategis ini.
”Banyuasin memiliki potensi pertanian yang sangat besar, baik dari sisi luas lahan maupun sumber daya petaninya. Gagasan kelembagaan ekonomi petani agar tidak berjalan sendiri-sendiri kini terjawab lewat konsep IMMACo,” ungkap Bupati Askolani penuh optimisme.
Program yang diinisiasi bersama Kementerian Pertanian ini dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir—mulai dari penerapan teknologi pertanian modern, penguatan kelembagaan koperasi, hingga jaminan kepastian pasar bagi hasil tani lokal. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., turut menekankan pentingnya manajemen yang kuat serta sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, TNI, perguruan tinggi, hingga keterlibatan aktif para petani milenial.
Dengan luasan kawasan mencapai 22 ribu hektare di Muara Telang, kehadiran IMMACo diharapkan tidak hanya mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkokoh posisi Banyuasin sebagai salah satu lumbung pangan utama dan daerah penyangga ketahanan nasional yang berkelanjutan.










