Tantang Krishna Murti, Dhani Di Bully Netizen

12.346 dilihat

JAKARTA – Pasca kejadian pelarangan demonstrasi Ahmad Dhani di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, kini berbuntut panjang. Musisi Ahmad Dhani masih menganggap permasalahan tersebut belum selesai dan berniat melakukan perlawanan. Kali ini kekesalan Dhani ditumpahkan pada Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti.

Dalam akun twitternya @AHMADDHANIPRAST, dhani secara gamblang menyebut Krishna Murti dengan mengungkapkan kata-kata menantang.

Advertisement

@ mau inpres kek intruksi Gub kek kita akan tetap demo di gedung lama KPK…siapa mau larang? kali ini kita lawan ” Twit Dhani

Di twit lain dhani menyebut pelarangan berdemo dirinya tidak dapat dihalang-halangi aturan manapun

” Mau Inpres,PerGub ataupun Larangan Kapolda tdk akan bisa menghalangi kami demo di gedung KPK lama…camkan itu ” Masih Twit Dhani

Kicauan Dhani ini menuai bully dari netizen. Seperti kicau akun @jimkeii .

” Haha si botak omdo!!! ” Kicau @Jimkeii

@tahamaaruf juga menyebut dhani orang nekat

  <~ nekad ngawur ni orang ” kicau @tahamaaruf

Bahkan salah satu akun membela Krishna secara terang-terangan

” Jangan takut om jalankan aturan saja, ngga paham aturan libas aja !!! kicau akun @gardanurani.

Kendati mendapat bully dari netizen, Dhani juga banyak mendapat dukungan.

Sebelumnya Ahmad Dhani sebelumnya mengaku bahwa dirinya ditelepon Krishna Murti terkait rencana aksi unjuk rasa di Gedung KPK hari ini. Menurut Dhani, Krishna melarang dirinya melakukan demo atas instruksi Presiden RI.

” Saya kemarin ditelepon Dirkrimum ( Krishna Murti ). Pak Dir bicara ke saya, katanya, instruksi Presiden, enggak boleh demo di KPK,” kata Dhani

Kejadian berawal saat Ahmad Dhani bersama aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet berencana akan menggelar aksi unjuk rasa dengan tema ‘Panggung Rakyat Tangkap Ahok’ di depan Gedung KPK lama, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kemarin, Selasa (02/06).

Rencananya dalam aksi tersebut akan mementaskan pertunjukan musik dan teater. Selain itu, mereka juga akan mendesak KPK untuk segera menetapkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras.

Namun, aksi tersebut urung terlaksana lantaran truk trailer yang akan dijadikan panggung dalam acara tersebut diamankan polisi. Selain truk tersebut, mobil pengangkut sound system dan para awaknya pun turut digiring ke Mapolda Metro Jaya.

Advertisement