Tiga Tahun Berdiri, SMUN I Muara Belido Belum Punya Gedung “Ngadu” ke Dewan

2.905 dibaca

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) daerah Pemilihan VI (Enam) Reses Tahap III.  Dapil VI meliputi Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Pali dan Kota Prabumulih.Reses Tahap III berlangsung  tanggal 10 – 15 Desember 2018

Koordinator, Kamirul, SE. anggota Rizal Kennedy, SH, MM; H Eddy Rianto, SH, MH; Dr Drs H Rachman Djalili, MM ; Asgianto, ST;  H Medy Basri, Ssos, Tri Aljadin dan Aswandi Asgaf Serampoe


Reses tahap III di Kecamatan Muara Belido, Kecamatan Rambang, Kecamatan Sungai Rotan,Kecamatan Kelekar dan Kecamatan Lubai.  Dimuara Belido SMUN I  sudah berdiri tiga tahun belum punya gedung sendiri, masih numpang. Namun masih bertahan sampai sekarang

“Jadi siswa belajarnya menumpang gedungnyo,” kata Kamirul.

Anggota DPRD Sumsel dapil VI, berharap SMUN I bisa tetap eksis di kecamatan.  Warga sudah menyiapkan lahan dari wakaf warga.

Kamirul mengatakan,  akan segera meneruskan aspirasi warga ke  instansi terkait. Warga sudah tepat menyampaikan  ke  DPRD Sumsel dapil enam saat reses tahap III ini. Sekarang Sekolah tingkat atas  merupakan wewenang Provinsi Sumsel.


“Akan kita dorong Dinas Pendidikan Sumsel untuk menganggarkan dana untuk pembangunan gedung SMU Muara Belido, Tanahnya sudah ada hasil wakaf warga,”ujarnya

Aspirasi lain Warga Lubai minta dilakukan pengerasan jalan antara Beringin sampai simpang Muaro Meranjat di Kabupaten Ogan Ilir. Jalan  ini merupakan jalan yang sering dilalui warga Lubai untuk ke Palembang  lebih dekat daripada lewat Prabumulih.

“Nanti  kita sampaikan  ke Dinas PU Bina Marga Sumsel, memang lebih cepat dan sampai ke Tol Palembang kalau lewat jalan tersebut,”jelasnya
Sedangkan permintaan warga Sungai Rotan, masalah normalisasi sungai. Warga Kecamatan Rambang minta akses jalan dari Rambang ke Prabumulih dirapikan. Ada juga yang minta pengadaan alat-alat pertanian dan bibit karet. Dan minta solusi untuk mengatasi harga karet yang rendah.

“Ini memang masalah internasional, jadi kami sampaikan bahwa telah ada berbagai kajian membuat aspal dari bahan baku karet. Masih tahapan ujicoba, kalau berhasil kan penyerapan karet dalam negeri bisa lebih banyak dan berdampak pada meningkatnya harga,” kata Kamirul

Terkait pertanyaan mengenai penghasilan guru honor, Kamirul menjelaskan bahwa untuk guru honor yang memegang SK Gubernur maka mendapat tunjangan Rp1,8juta.

“Tapi kalau tidak punya SK provinsi ya tergantung kebijakan masing-masing daerah,” kata dia (ADV)