Video Bugil Siswa SMA Hebokan Warga Sungai Lilin

39.445 dilihat

(ilustrasi adegan mesum poto Bi)MUSI BANYUASIN, Buanaindonesia- Belakangan ini video bugil sepasang kekasih siswa SMA di Kecamatan Sungai Lilin menghebohkan kalangan pelajar dan warga setempat. Video yang berdurasi 12 menit tersebut didapat para pelajar dan warga dengan cara Bluetooth via handphone dan juga via internet.

Dalam aksi video mesum tersebut, selaku pemeran wanitanya berinisial MS (15), pelajar kelas 2 SMA Negeri dan pemeran laki-laki berinisial S (16) merupakan pelajar SMK di Kecamatan Sungai Lilin. Kedua pasangan kekasih yang berperan dalam video ini, merupakan korban perbuatan asusila yang dilakukan oleh oknum security yang memergoki keduanya saat sedang berpacaran ditengah-tengah kebun karet yang tidak jauh dari lokasi PT Baturona.

Advertisement

Informasi yang berhasil dihimpun berdasarkan keterangan korban MS, video bugil dirinya dengan sang pacar merupan hasil rekaman oknum security PT Baturona yang memergoki dirinya sedang berpacaran. Dengan ancaman hendak dibunuh, dirinya dan pacarnya dipaksa melepaskan pakaian hingga bugil dan dipaksa melakukan adegan mesra dengan sang pacar sambil direkam dengan menggunakan kamera handphone milik salah satu tersangka.

Peristiwa itu sendiri jelas korban MS terjadi Sabtu (8/10) sekitar pukul 19.00 Wib tidak jauh dari pos keamanan PT Baturona. Sehabis direkam oleh dua tersangka, berselang beberapa menit datang lagi tiga oknum security kembali melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap dirinya dengan meremas payudaranya (maaf-red).

Tidak hanya sebatas itu saja, para pelakupun dengan berbagai ancaman memaksa kedua korban untuk segera menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta, bila tidak diberikan, para tersangka mengancam akan menyebarkan video rekaman adegan bugil kedua korban kepada masyarakat.

Dikarenakan uang sebanyak itu terasa berat buat keduanya, para tersangka tanpa izin menyebarkan video rekaman adegan bugil korban hingga tersebar dikalangan pelajar ditempat kedua korban bersekolah dan ditengah-tengah masyarakat luas Kecamatan Sungai Lilin.

Merasa telah dilecehkan oleh perbuatan tersangka, Misran Sutanto (45) orang tua MS melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Sungai Lilin. Namun sangat disayangkan, sudah memasuki hari ketiga dari laporannya, hingga sekarang Polisi belum melakukan tindakan pemanggilan paksa terhadap para tersangka.

Sebagai orang tua dari korban, Misran Sutanto sangat berharap pihak Polisi untuk segera bertindak cepat malakukan penangkapan terhadap para tersangka, karena identitas bahkan tempat para tersangka bekerja sudah diketahui penyidik.

“Saya sangat menyayangkan Polisi lamban menangani kasus yang menimpa anak saya. Dengan adanya kejadian ini, anak saya sangat shoc sekali karena malu video tersebut sudah beredar luas dikalangan masyarakat. Diharapkan pihak penyidik segera mengungkap dan penangkap pelaku dengan menghukum mereka seberat-beratnya,” ungkap Misran.

Ditempat terpisah, Suhardi Spd selaku Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bidang Kurikulum saat ditemui, (19/10) turut mengecam prilaku buruk para pelaku yang dengan sengaja menyebarkan video bugil korban hingga tersebar luas. Selaku pihak sekolah, dirinya berharap secepatnya kejadian tersebut ditindak lanjuti oleh penegak hukum agar tidak terulang lagi kepada masyarakat lainnya. Diungkapkan Suhardi, untuk sementara waktu, sekolah memberikan libur selama tiga hari kepada korban untuk menenangkan diri. Bila kasusnya telah selesai, siswa bersangkutan akan diberikan arahan agar tidak mengalami shoc berkepanjangan.

Sementara itu, Drs M Yusuf Amilin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muba menindak lanjuti kasus peredaran video siswa SMA tersebut berjanji akan membentuk tim dengan segera meminta klarifikasi langsung pihak sekolah dan pihak penyidik. Dan dari hasil klarifikasi tersebut, pihaknya akan melaporkannya ke pemerintah untuk segera mengambil tindakan. Tidak menutupi kemungkinan juga, pihaknya akan memanggil perusahan dimana tempat para tersangka bekerja.

Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo SH melalui Ipda Burnani SH Kanitreskrim Polsek Sungai Lilin membenarkan pihaknya (16/10) telah menerima laporan dari keluarga korban. Namun dari kesimpulan hasil penyidikan sementara, polisi baru mengantongi identitas pelaku berinisial J,B,dan Y yang merupakan security PT Baturona, akan tetapi untuk sementara Polisi belum bisa mengambil tindakan dengan menangkap para tersangka hanya berdasarkan keterangan korban. Dalam mengungkapkan siapa otak dan dalang dalam penyebaran video dan pemaksaan serta pemerasan kepada kedua korban, Polsi baru hanya sebatas memberikan surat pemanggilan kepada J, B dan Y. Bila tiga kali surat pemanggilan tidak diindahkan oleh mereka, terpaksa polisi akan melakukan penangkapan terhadap mereka. (MC/AS)

Advertisement