BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Warga kampung Citangtu desa Citangtu kecamatan Pangatikan sempat heboh dengan adanya salah satu warganya melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri di dalam kamar mandi.
Korban berinisial AF ditemukan telah meninggal di dalam kamar mandi pribadinya dengan tergantung pada sehelai kain gorden di kayu plafon kamar mandi rumah korban.
Kapolsek Wanaraja Kompol Wawan Setiawan menyampaikan dari keterangan saksi, kronologis kejadiannya bahwa Pada hari Minggu tanggal 14 November 2021 diketahui sekira pukul 17.00 wib korban a.n AF meminta ijin kepada istrinya untuk buang air besar ke kamar mandi, selang 20 menit korban di kamar mandi, istri korban pergi ke dapur untuk mencuci tangan sambil memanggil-memanggil korban yang berada di kamar mandi, tetapi korban tidak menjawab panggilan istri korban.
” Ketika di cek oleh istrinya ke kamar mandi, kamar mandi dalam keadaan tidak terkunci dan melihat korban sudah tergantung pada sehelai kain gorden yan tergantung di kayu plafon kamar mandi rumah korban, kemudian korban menjerit dan meminta tolong kepada warga terdekat, selanjutnya Saksi melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan Rw setempat serta pak lurah Citangtu kemudian Informasi tersebut di laporkan Ke Polsek Wanaraja” kata Kompol Wawan.
Masih kata Kapolsek, saat dilakukan cek TKP oleh petugas Polsek Wanaraja ternyata benar ada sesosok mayat didalam kamar mandi yang menggantung pada sehelai kain gorden, selanjutnya petugas polsek menghubungi Pihak PKM Cimaragas Garut untuk evakuasi.
” Kami pun mengambil tindakan yakni Menerima Laporan , Cek / Olah TKP, Memeriksa saksi-saksi, Koordinasi Team Identifikasi Polres Garut, Kordinasi dengan pihak Puskesmas Cimaragas, dan Melaporkan kepada KA “, tambahnya.
Disampaikan Kompol Wawan, berdasarkan kesepakatan keluarga korban, tidak menghendaki dilakukan otopsi kepada Korban dan kejadian tersebut adalah suatu musibah dengan dibuatkan surat pernyataan.
” Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dari Puskesmas Cimaragas, Bahwa pada tubuh Korban tidak di temukan indikasi tanda-tanda kekerasaan fisik, akhirnya korban dikembalikan kepada keluarganya untuk dimakamkan di kampung halamannya daerah Bayongbong” pungkas Kapolsek Wawan








