153 pejabat pemkab Muba di Mutasi

13.648 dilihat

MUSI BANYUASIN, Buana Indonesia- Pemerintah kabupaten Musi Banyuasin merombak struktur pemerintahan secara besar-besaran, Sedikitnya 153 pejabat setingkat kepala dinas/badan,kabid,kabag,camat dan lainnya mengalami perombakkan besar-besaran. Pelantikkan dilakukan langsung Bupati Muba, H Pahri Azhari dan dihadiri Wabup Muba, Beni Hernedi di Pendopoan Bupati Serasan Sekate, Selasa (10/4/2012). Sejumlah nama baru menghiasi sejumlah jabatan strategis diantaranya, Sunaryo yang sebelumnya menjabat camat Sungai lilin kini menjabat  Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata. Indita yang sebelumnya Camat Babat Toman dipromosikan  menjadi Plt Kepala BKD dan Diklat.

Adapun  Sulaiman Zakaria yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas PU CK kini menjabat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Posisi Plt Kepala Dinas PU CK diisi oleh  Zainal Arifin dari Dinas PU Bina Marga. Selain itu, H Soleh Naim yang sebelumnya Kabag Humas kini menjadi Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Sedangkan Kabag Humas diisi Dicky Meiriando yang sebelumnya camat Plakat Tinggi. Kepala Dinas Kesehatan diisi Hj Sriwijayani yang sebelumnya menjabat Kepala Puskesmas Lumpatan, Sekayu.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Bupati Muba, H Pahri Azhari mengatakan bahwasannya perombakan ini, merupakan hal biasa dan penyegaran. Dalam perombakan ini, ada juga promosi, mutasi dan rotasi sejumlah kepala dinas. Bahkan dalam waktu dekat akan dibentuk dua badan baru seperti badan penanggulangan bencana.

“Perombakan ini sudah melalui Baperjakat berdasarkan penilaian kinerja masing-masing. Oleh karena itu saya ingatkan semuanya dapat bekerja keras, cerdas dan ikhlas. Hal ini untuk tercapainya Permata Muba 2017 seperti yang diharapkan. Saya tidak mau lagi ada SKPD yang berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Pahri menegaskan, perombakan kabinetnya tidak ada sangkut pautnya terhadap Pilkada namun dinilai sesuai kinerja, loyalitas dan jiwa kepemimpinan yang bersangkutan. Ia menegaskan, tidak semua dapat diangkat menjadi eselon II karena ada persyaratan yang harus dipenuhi seperti jiwa kepemimpinan. “saya tekankan kepada SKPD yakni untuk melakukan efisiensi belanja publik dengan baik,” ujarnya. (*eddy/cin*)

Advertisement