Warga Muara Abab Nyaris Putus Komunikasi

10.424 dilihat
kades

BANYUASIN, buanaindonesia.com- Warga Muara Abab, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin mengeluhkan buruknya sinyal ponsel di dearah itu. Akibatnya, aktivitas komunikasi warga via ponsel menjadi terganggu, bahkan komunikasi sempat terputus.

Salah satu tokoh masyarakat setempat M. Nasir saat dibincangi buanaindonesia.com Senin, (10/2) mengaku kecewa dengan buruknya sinyal ponsel didaerahnya.

Advertisement

Menurutnya, sarana komunikasi bagi warga saat ini bukan hanya sebatas komunikasi biasa, tapi lebih dari itu komunikasi sudah menjadi kebutuhan warga dalam menjalankan aktiitas perekonomiannya. “Saat ini komunikasi, khususnya ponsel sudah menjadi kebutuhan bagi warga untuk menjalankan aktivitas perekonomiannya, Apalagi bagi para pedagang, ponsel memiliki peran penting dalam hal melancarkan usahanya, misalnya untuk pemesanan barang dan lain-lainnya. Nah saat sinyal ponsel buruk ataupun terganggu secara otomatis kegiatan perekonomian ini menjadi terganggu,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, buruknya sinyal ponsel yang diterima di daerahnya itu lantaran tower operator seluler yang berjarak jauh dari desa mereka. Karena itu dirinya bersama warga lainnya berharap didaerahnya itu dapat dibangun tower untuk melancarkan komunikasi.

“Jarak tower operator seluler dengan desa kami ini sekitar 15 km, jadi wajar saja kalau aktivitas komunikasi sering terganggu. Karena itu kami berharap desa kami ini segera dibangun towor komunikasi,” katanya. Sementara itu, Kepala Desa Muara Abab Sri Dewi Paku Alam saat  dikonfirmasi ketika akan menghadap Komisi I DPRD Banyuasin membenarkan buruknya sinyal ponsel di desa yang dipimpinnya itu. “Atas nama pemerintah desa Muara Abab, dan masyarakat Desa Muara Abab dan sekitarnya kami sangat mendukung bila di desa Muara Abab dibangun Tower Telekomunikasi untuk kelancaran komunikasi warga dalam upaya peningkatan perekonomian warga,” katanya singkat. (Amd)

Advertisement