GPPB Datangi Pemda OI Guna Verifikasi Data Sengketa lahan

6.526 dilihat

OGAN ILIR, buanaindonesia.com – Sejak senin (10/02/14) petani yang tergabung dalam aliansi GPPB ( gerakan petani penesak bersatu ) mendatangi pemda Ogan Ilir sebagai fasilitator guna memverifikasi data lahan dengan Pihak PTPN VII cintamanis kabupaten ogan ilir, terkait sengketa lahan yang di klaim milik PT PTPN VII.

Pantuan media, tak kurang dari 100 orang datang dan menunggu di plataran teras kantor sekda OI, sebagai menemani perwakilan dari desanya menunggu hasil verifikasi dari pihak PTPN VII, mereka  datang sejak pukul 08:30 dan masih menunggu hingga pukul 16:00.

Advertisement

M.Rusli bin Burdan salah perwakilan masyarakat desa Sunur kecamatan rambang kuang mengatakan, Setelah dilaksanakan verifikasi kiranya pihak terkait agar dapat menyelesaikan sengketa  lahan PTPN VII dengan segera. “Jangan sampai berlarut-larut Hingga akan menimbulkan konplik hirozontal,”katanya kepada buanaindonesia Selasa (11/02/14).

Sementara itu, Ketua GPPB ( Gerakan Petani Penesak Bersatu ) kabupaten Ogan Ilir Mengatakan, Hasil selama dua  hari mengikuti proses verifikasi data, diperoleh beberapa hasil. “yang pertama pihak pemilik lahan ada yang merasa belum pernah di ganti rugi, Yang kedua memang tidak ada data lahan yang kami klaim di PTPN7 dan tidak pernah di ganti rugi, Yang ketiga ada data di PT PN7 namun ganti rugi dari PTPN tidak sesuai dengan luas lahan yang harus di ganti rugi, Yang ke empat memang pernah ada ganti rugi tapi tidak sesuai dengan harga, Inilah yang kami pertanyakan sampai saat ini kami akan tetap menuntut apa yang jadi milik kami, “jelasnya.

Menagggapi hal ini, Kepala Bagian Humas PTPN7 Abdul Hamid mengatakan bahwasanya ini cuma verifikasi sejauh mana keabsahan data milik petani yang menuntut lahan Dan data apa saja yang mereka punya. “Namun perlu diperhatikan jika keputusan bukan pada humas akan tetapi pada atasan saya, “pungkasnya

Ditempat berbeda pihak BPN ( Badan pertanahan Negara ) kabupaten Ogan Ilir saat akan dikonfirmasi  tidak ada yang bisa memberikan komentar. “saya tidak bisa berkomentar tanya saja sama bos saya,” kata salah satu pihak BPN.

ketikan ditanya siapa bos nya, pegawai pertanahan tersebut berkilah dan enggan menyebutkan nama nya. “sorry saya mau ke musholla dulu sembari berjalan cepat menjauh dari cecaran pertanyaan wartawan. (Mie)

Advertisement