OGAN ILIR, buanaindonesia.com– Sosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan membusuk di perkebunan sawit di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rabu (12/1), sekitar pukul 07.00 WIB. Mayat yang diperkirakan berumur 30 tahun ini hanya mengenakan celana panjang dan tanpa memakai baju dan diduga korban pembunuhan.
Diiduga mayat wanita tersebut dalam kondisi hamil. Hal itu terlihat dari kondisi perutnya yang sedikit membesar dan disampingnya ditemukan gunting dan benang. Saat ditemukan diperkirakan mayat sudah sepekan dan menebarkan bau tak sedap.
Informasi yang didapat, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Sapri (38), warga Tanjung Seteko yang hendak mengantarkan anaknya ke sekolah. Saat itu Binatang peliharaannya Anjing yang setiap harinya mengikuti Sabri tiba-tiba menuju ke semak-semak dan terus menggonggong.
Penasaran, Sapri langsung mengikuti jejak binatang peliharaannya itu. Saksi mata Sapri terkejut melihat sesosok mayat tertelungkup dengan kondisi mengenaskan. Melihat temuan tersebut, Sapri langsung menghubungi petugas Polsek Indralaya dan diteruskan ke Polres serta petugas Puskesmas Simpang Timbangan.
Petugas Polres OI dipimpin Kapolres, AKBP Asep Jajat Sudrata langsung meluncur ke lokasi. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah membusuk. Beberapa bagian tubuh mayat juga tidak utuh lagi. Perut mayat wanita tersebut juga memembesar diduga sedang mengandung.
Petugas hanya menemukan barang milik korban yakni tas wanita berwarna coklat motif kotak-kotak yang berisi gunting, benang tidak jauh dari lokasi. Guna kepentingan penyelidikan, mayat tersebut dibawa ke RSMH Palembang untuk diotopsi.
Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat didampingi Kasatres AKP Suhardiman dan Kapolsek Indralaya AKP Eko Rubiyanto mengatakan, kuat dugaan, mayat wanita tersebut adalah korban pembunuhan. “Motifnya belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Kondisi mayat mengenaskan,” tuturnya.
Disinggung kondisi mayat wanita sedang hamil, Kapolres menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan karena harus melalui otopsi. “Kita belum tau, mayat akan diotopsi. Untuk lokasi sebagai pembuangan atau pembunuhan juga masih dalam penyelidikan. Intinya, kita akan kembangkan dan akan mengungkap kasus ini,” ujarnya.
Kapolres menghimbau, kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga silahkan menghubungi petugas.”Kalau ada yang kehilangan anggota keluarga silahkan melapor. Tas korban mungkin ada yang mengenali,” pungkasnya. (Mie)








