Pertamina Kurangi Pasokan SPBU

20.173 dilihat

Muaraenim, Buana Indonesia – Pertamina diduga kurangi pasokan jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) SPBU di Kota Muaraenim. Akibatnya keberadaan BBM di Kota Muaraenim mulai langka sehingga masyakarat setiap hari kesulitan mendapatkan BBM.

“Kami benar-benar heran dengan kinerja Pertamina. Saya harap Meneg BUMN bisa melakukan reformasi di semua tubuh BUMN supaya benar-benar professional dan masyarakat jangan terus menjadi korban. Ini mau beli saja susah apalagi minta,” ujarnya Yanto sambil menggerutu ikut antrian di SPBU 2431343 Muaraenim, Kamis (10/11).

Advertisement

Menurut Nurdin, sebelumnya ketika terjadi kelangkaan BBM, Pertamina mengalaskan penyebab kelangkaan mereka karena kebutuhan BBM di Sumsel telah melebihi kuota yang ditetapkan dan penyebabnya akibat banyaknya konsumsi angkutan batubara. Namun sekarang mengapa kembali langka, padahal sebagian besar angkutan batubara sudah tidak beroperasi lagi sementara waktu karena adanya larangan ke Palembang untuk Sea Games. Jadi yang salah sekarang siapa, dan dimana. Namun yang pasti yang akan dan selalu dirugikan selalu masyarakat bukan pemerintah atau Pertamina.

“Pernah saya antri tiga jam, pas giliran saya minyak habis. Dan ketika di cari eceran juga habis,” tambahnya.

Sedangkan menurut Hendra, sopir ekspedisi, jika di daerah Jawa dan Lampung, ia tidak pernah merasakan kelangkaan BBM. Namun ketika akan mengisi di wilayah Sumsel terutama di kabupaten Muaraenim ternyata cukup sulit. Setidaknya di sepanjang jalan dalam kabupaten Muaraenim mulai dari Simpang Meo hingga Kota Muaraenim ia sudah berupaya mengisi BBM namun ternyata sudah habis. Dan jikapun ada antriannya paling pendek mencapai 500 meter lebih. Karena kebutuhan BBM nya sudah menipis, ia terpaksa ikut antri meskipun belum pasti apakah akan dapat BBM atau tidak sebab kendaraan yang mengantri didepannya sudah puluhan.

Sementara iut menurut pemilik SPBU 2431343 Muaraenim, H Iskak Sudarsono BcTT, membenarkan jika hampir tiga pekan terakhir, pihaknya sering kehabisan BBM Solar dan Premium. Adapun penyebabnya utamanya selain memang jumlah konsumen sangat banyak terutama dari kendaraan angkutan batubara, juga akibat adanya pengurangan jatah oleh Pertamina. Sebagai contoh untuk premium biasanya menerima 21 ton sekali kirim sekarang hanya menerima sekitar 5-10 ton atau dikurangi 5-10 ton. Begitupun untuk Solar biasanya 15-20 ton sekarang hanya menerima 5-10 ton. Sedangkan untuk Premix tidak ada masalah.

“Saya kurang tahu pasti apa alasan pengurangan tersebut, namun isu yang beredar selain kuota Sumsel telah melebihi yang ditetapkan, juga adanya BBM yang sengaja di konsentrasikan di Palembang untuk keperluan Sea Games. Namun saya berharap apapun alasannya jangan ada pihak-pihak yang dirugikan. Saya sangat mendukung Sea Games karena itu membawa nama bangsa dan negara namun jangan sengsarakan masyarakat,”  tukas mantan Wakil Ketua DPRD kabupaten Muaraenim ini.(Agus Black)

Advertisement