JAKARTA, BuanaIndonesia.com – Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi akan melakukan pertemuan dengan Menteri Perindustrian dan Pertambangan, Republik Rakyat Demokratik Aljazair, Abdessalem Bouchouareb di sela-sela kegiatan WIEF (World Islamic Economic Forum Foundation) di Jakarta, Selasa, 2 Agustus 2016.
Fokus pertemuan kedua Menteri terebut adalah kerja sama perdagangan, investasi dan pariwisata.
Dalam pertemuan, Menlu RI akan menyampaikan apresiasi pemerintah Indonesia atas hubungan baik yang telah terjalin diantara kedua negara dan mengharapkan kerja sama yang lebih baik lagi dimasa depan.
Menteri Retno juga menyatakan pentingnya upaya mengaktifkan kembali mekanisme Sidang Komisi Bersama kedua negara.
Investasi Indonesia di Aljazair senilai USD 6,25 milyar yang sebagian besar di sektor pertambangan diharapkan dapat semakin memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara
Kemlu Menyambut baik upaya peningkatan kerja sama ekonomi melalui sektor Government to Government (G to G) serta Business to Business (B to B). Selain itu kedua negara akan jalin kerjasama perlindungan WNI yang bekerja di sektor pertambangan.
Kerja sama perdagangan kedua negara pada tahun 2015 mencapai US$ 456,094 juta, sedangkan pada tahun 2014 sebesar US$ 478,36 juta.
Sedangkan ekspor utama Indonesia ke Aljazair berupa kopi, rempah-rempah, produk makanan, tekstil, garment dan mebel. Indonesia menjadi pengimpor minyak bumi Aljazair.
Indonesia dan Aljazair mempunyai mekanisme bilateral pertemuan Sidang Komisi Bersama yang terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2003 di Indonesia. Investasi Indonesia di Aljazair pada tahun 2016 mencapai USD 6,25 Milyar di sektor pertambangan, sedangkan investasi Aljazair di Indonesia tercatat mencapai RP 105 milyar atau USD 8 juta di sektor konstruksi.
Berdasar data KBRI Alger ada WNI sebanyak 242 orang, 123 diantaranya pekerja sektor konstruksi dan 22 WNI di sektor perminyakan serta 2 orang pelajar di sana.







