Menristek Kunjungi Balitbun Sembawa

21.252 dilihat

BANYUASIN Buana Indonesia- Menristek (menteri riset dan teknologi) Gusti Muhammad Hatta didampingi Sekda Sumsel  Yusri Effendi selasa (28/02/12) mengunjungi Balai penelitian (Balit) karet Sembawa Dikecamatan Sembawa Kabipaten Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan.

Menurut informasi yang diperoleh jadwal Menristek  pada saat itu berwncana akan meninjau pembenihan karet, namun berhubung kondisi cuaca tidak memungkinkan karna tiba-tiba hujan lebat menristek akhirnya hanya meninjau hasil kerajinan yang terbuat dari kayu karet di kantor  kebun  penelitian karet terbesar di Indonesia tersebut.

Advertisement

Menristek Gusti Muhammad Hatta saat dibincangi mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung sekali terhadap kegiatan yang dilakukan oleh balit Sembawa itu.“Saya sangat mendukung sekali dengan balitbun hikmahnya sangat luar biasa, dengan keberadaan balit ini petani karet di sini sudah bisa memilih klon-klon unggul. Sedangkan 80 persen perkebunan karet di Sumsel ini adalah milik masyarakat,” kata Menristek.

Menurut Menteri, Perkebunan karet tersebut sangatlah penting karena dibudidayakan oleh petani, oleh sebab itu dirinya sanhat igin sekali melihat seberapa petani memanfaatkan balai tersebut,”karna apakah petani sudah menggunakan standar pembenihan yang diterapkan balit Sembawa,” katanya.

Sementra Diriktur Pusat Penelitian Karet Inovasi Teknologi Chairil Anwar mengatakan Sumatera dan Kalimantan adalah penghasil karet terbesar di Indonesia sejak dulu hingga saat ini, penghasilan yang rata-rata perhektar mencapai 1,5 ton latek/tahun didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar seperti PTPN dan lainnya sedangkan penghasilan latek petani masih dibawah 1 ton latek pertahun.

Menurut Anwar, Perbedaan pendapatan bisa diakibatkan oleh benih tidak unggul juga pemupukan serta perawatan atau pemeliharaan tidak standar, sementara balit memupunyai standarisasi pemupukan di sesuaikan dengan kebutuhan unsur hara ada bidang tanah tersebut,” jelasnya.

Masih kata Anwar, Provinsi penghasil latek terbesar diantaranya Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jambi, disusul kemudian bagian kalimatan yakni Kalimantan barat, Kalimantan Selatan, “namun saat ini kebun penelitian karet terbesar di Indonesia adalah di Balit Sembawa dengan luas 3000 h lebih” ucapanya

Sementara bupati Banyuasin ir H Amiruddin Inoed mengatakan, Balit Sembawa yang didirikan sejak tahun 1972 kehadirannya sangat dirasakan oleh masayarakat di banyuasin ini. Tadinya masyarakat kami belum tahu memilih klon-klon karet yang baik, setelah ada balit bun, kini petani sudah memanfaatkan dan mereka pakai klon-kolon karet yang diterbitkan oleh balit Sembawa.

Selain itu Kata Bupati, kehadiran Balai Penelitian Ternak Unggas dan Sapi dibalit Sembawa juga membawa dampak baik untuk peternak-peternak di sini. Dengan teknologi Inseminasi buatan sapi-sapi betina milik petani dikawinkan dengan cara disuntik dengan pejantan dari Balit ternak sehingga menghasilkan keturunan yang sehat dan gemuk-gemuk.

Masih kata Bupati, kehadiran beberapa lembaga-lembaga sangat kami dambakan termasuk keberadaan sekolah pertanian, “karena adanya balai ternak tersebut sangat penting diantaranya, bila kita butuh daging sudah ada di Sembawa, balitbun juga ada, balai ikan bila butuh benih unggul ikan ada juga ada yang tak kalah penting kita memiliki generasi penerus rang tua yakni para siswa-siswi SPP Sembawa,” kata bupati. (bi)

Advertisement