Tuntut Kesetaraan Bonus Ratusan Karyawan PT APS Mogok

13.020 dilihat

BANYUASIN Buana Indonesia– Ratusan karyawan tetap dan tidak tetap di PT Agro Pelindo Sakti (APS) selasa (28/02/12) melakukan aksi mogok kerja. Mereka menuntut manajemen perusahaan memberikan kesetaraan bonus akhir tahun 2011 yang dibayarkan tahun 2012 ini.

Aksi mogok kerja itu rencananya bakal dilakukan hingga Jumat (02/03/12). Puncaknya, para pekerja yang bernaung dibawah perusahaan wilmar group bakal mendatangi kantor pusat di Kabupaten OKI. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT APS Syaifuddin kepada koran ini mengatakan, bonus tahun 2011 yang dibayarkan tahun 2012 penuh dengan kecurangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Advertisement

“ Pegawai yang golongannnya tinggi, bonus mereka dibayar tiga bulan gaji, sedangkan kami pegawai rendahan yang katanya ujung tombak perusahaan hanya dibayar satu bulan gaji. Ini yang mau kami tuntut, kami inginkan kesetaraan bonus, kalau memang diberlakukan 3 bulan gaji, berikan juga kepada kami hak yang sama, meski nominal uang yang kami terima berbeda. “ kata Syaifudin.

Padahal lanjut Syaifudin, para pekerja dibagian kebun ada yang sudah memasuki masa kerja lebih dari 15 tahun. “ Kami hanya meminta hak kami saja, jangan kami dipandang sebelah mata meski kami pegawai rendahan. “ tambahnya.

Isbandi, salah satu karyawan PT APS lainnya mengatakan, selama ini para pekerja tidak pernah tenang melakukan kerjanya. Penyebabnya, pihak perusahaan berencana menerapkan system pengupahan yang baru, tanpa mengacu upah minimum regional (UMR).

” Pengupahan nanti akan dilakukan secara proposional. Artinya, berapa hasil yang kami dapatkan hari ini akan dikonversikan dengan system pengupahan yang ada, dengan basis yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 10 kg kering seharga Rp 54 ribu. Jadi kalau dalam satu hari, kami tidak bisa mencapai 10 kg, maka uang yang kami dapat akan dihitung sesuai dengan pendapatan kami. System ini, sama saja dengan penjajahan dan kami tidak mau dijajah secara tidak manusiawi seperti ini. “ tuturnya.

Eman Kasman menambahkan, pihak perusahaan sebaiknya memikirkan karyawan rendahaan yang dikatakan sebagai ujung tombak. “ Karena, melalui tangan – tangan kami inilah, persuhaan mampu menciptakan produksi yang maksimal, kami tidak minta yang macam – macam, hanya berikan saja hak kami dan kami akan kembali bekerja seperti biasa. “ tegasnya.

Sayangnya, saat wartawan menyambangangi kantor PT APS di Desa Merante Kecamatan Suak Tapeh, tak satupun pihak perusahaan yang mau memberikan komentar. Manajer PT APS, Surya sedang tidak ada ditempat begitupun humas PT APS.“ Semuanya ke kebun pak, tidak ada orang disini, kami tidak bisa memberikan komentar seputar aksi mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan. “ pungkas seorang staff PT APS menerangkan. (bi)Tuntut Kesetaraan Bonus Ratusan Karyawan PT APS Mogok

BANYUASIN Buana Indonesia– Ratusan karyawan tetap dan tidak tetap di PT Agro Pelindo Sakti (APS) selasa (28/02/12) melakukan aksi mogok kerja. Mereka menuntut manajemen perusahaan memberikan kesetaraan bonus akhir tahun 2011 yang dibayarkan tahun 2012 ini.

Aksi mogok kerja itu rencananya bakal dilakukan hingga Jumat (02/03/12). Puncaknya, para pekerja yang bernaung dibawah perusahaan wilmar group bakal mendatangi kantor pusat di Kabupaten OKI. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT APS Syaifuddin kepada koran ini mengatakan, bonus tahun 2011
yang dibayarkan tahun 2012 penuh dengan kecurangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

“ Pegawai yang golongannnya tinggi, bonus mereka dibayar tiga bulan gaji, sedangkan kami pegawai rendahan yang katanya ujung tombak perusahaan hanya dibayar satu bulan gaji. Ini yang mau kami tuntut, kami inginkan kesetaraan bonus, kalau memang diberlakukan 3 bulan gaji, berikan juga kepada kami hak yang sama, meski nominal uang yang kami terima berbeda. “ kata Syaifudin.

Padahal lanjut Syaifudin, para pekerja dibagian kebun ada yang sudah memasuki masa kerja lebih dari 15 tahun. “ Kami hanya meminta hak kami saja, jangan kami dipandang sebelah mata meski kami pegawai rendahan. “ tambahnya.

Isbandi, salah satu karyawan PT APS lainnya mengatakan, selama ini para pekerja tidak pernah tenang melakukan kerjanya. Penyebabnya, pihak perusahaan berencana menerapkan system pengupahan yang baru, tanpa mengacu upah minimum regional (UMR).

” Pengupahan nanti akan dilakukan secara proposional. Artinya, berapa hasil yang kami dapatkan hari ini akan dikonversikan dengan system pengupahan yang ada, dengan basis yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 10 kg kering seharga Rp 54 ribu. Jadi kalau dalam satu hari, kami tidak bisa mencapai 10 kg, maka uang yang kami dapat akan dihitung sesuai dengan pendapatan kami. System ini, sama saja dengan penjajahan dan kami tidak mau dijajah secara tidak manusiawi seperti ini. “ tuturnya.

Eman Kasman menambahkan, pihak perusahaan sebaiknya memikirkan karyawan rendahaan yang dikatakan sebagai ujung tombak. “ Karena, melalui tangan – tangan kami inilah, persuhaan mampu menciptakan produksi yang maksimal, kami tidak minta yang macam – macam, hanya berikan saja hak kami dan kami akan kembali bekerja seperti biasa. “ tegasnya.

Sayangnya, saat wartawan menyambangangi kantor PT APS di Desa Merante Kecamatan Suak Tapeh, tak satupun pihak perusahaan yang mau memberikan komentar. Manajer PT APS, Surya sedang tidak ada ditempat begitupun humas PT APS.“ Semuanya ke kebun pak, tidak ada orang disini, kami tidak bisa memberikan komentar seputar aksi mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan. “ pungkas seorang staff PT APS menerangkan. (bi)

Advertisement