Muba, Buana Indonesia – Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menamakan diri Forum Komunikasi Insan Pers dan LSM kabupaten Musi Banyuasin mengecam keras aksi pengusiran dan dorong badan terhadap Cindra, wartawan Buana Indonesia, media Sumatera Selatan, saat akan mengkonfirmasi salah satu pejabat dilingkungan pemerintah kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Perlakuan yang tidak senonoh dan melecehkan wartawan tersebut diduga dilakukan oleh oknum kepala DPPKAD kabupaten Musi Banyuasin, propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Hazuar Bidui S Sos MM, saat Cindra dan rekanya akan menghadap kepala DPPKAD tersebut.
Menurut Cindra, saat kejadian dirinya akan menghadap kepala dinas DPPKAD Muba tujuan untuk konfirmasi, namun karena adanya titipan salah satu Koran lokal Sumsel untuk diberikan kepada yang bersangkutan (Hazuar Bidui-red), makanya sebelum kepokok persoalan Cindra memberikan titipan Koran tersebut kepada yang bersangkutan, “saya belum sempat berbicara panjang lebar, karena saat pertemuan bukan diruangan kerjanya melainkan diruang penerimaan tamu, pada saat itu saya baru saja memberikan beberapa exemplar Koran SKU Jembatan Informasi titipan dari rekan saya, tiba-tiba beliau (hazuar-red) mengambil koran tersebut lalu mencoret isi tulisan yang ada didalam koran sambil menepak meja” ungkap Cindra
Melihat hal itu, Cindra ingin menanyakan maksud perlakuan H Azuar tersebut terhadapnya. Tapi Kepala dinas ini malah mengusirnya dengan menggebrak meja 2 kali dan menepuk punggung Cindra seraya mengusir untuk keluar dari ruangan tersebut serta mengeluarkan kata-kata “keluar kamu, orang tua saya tidak sembarangan memberi nama,” ucap Cindra mengutip perkataan H Azwar Bidui.
Menyikapi hal ini, wartawan dan LSM yang bertugas diwilayah kabupaten Musi Banyuasin langsung angkat bicara dan mengutuk keras tindakan kepala DPPKAD yang telah melecehkan dan berusaha menghalangi tugas wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.
“Kami mengutuk kekerasan yang dilakukan oknum kepala DPPKAD tersebut, yang melakukan penghinaan terhadap profesi wartawan, saat sedang bertugas,” Ungkap Hasbullah wartawan Sumsel Post sekaligus sekretaris Forum Komunikasi Insan Pers dan LSM kabupaten Musi Banyuasin.
Ditambahkannya, bahwa penghinaan dan upaya perlakuan termasuk kekerasan terhadap wartawan seperti yang dialami Cindra sudah merupakan aksi premanisme. Ia berharap, kejadian kali ini menjadi yang terakhir. “Profesi wartawan telah diatur dan dilindungi oleh hukum, sehingga tidak dibenarkan jika persoalan yang berkaitan dengan profesi wartawan diselesaikan dengan kekerasan, ancaman dan penghinaan,” imbuh Hasbullah.
Sementara itu, bertempat diruang rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, dihadapan puluhan wartawan dan LSM, H Hazuar Bidui didampingi Kabag Humas Pemkab Muba H Soleh Naim mengakui perbuatannya yang telah mengusir Cindra wartawan Buana Indonesia. Dan dalam kesempatan itu, dirinya meminta maaf atas kekhilapan yang telah dilakukannya.
Menurutnya, perbuatan tersebut dilakukan secara spontanitas akibat menumpuknya sejumlah pekerjaan selaku Kepala Dinas DPPKAD Kabupaten Muba. “saya mengakui adanya tindakan itu, dan saya minta maaf terhadap yang bersangkutan” ungkap H Hazuar Bidui. (edi)







