RS Siti Fatimah Jadi Rujukan Utama Pasien Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi

11.798 dilihat

BUANAINDONESIA, SUMSEL- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Fatimah Az Zahra akan menjadi RS rujukan utama dibawah pembinaan Rumah Sakit Pengampu Nasional, sehingga RS milik Provinsi tersebut akan menjadi pusat rujukan penyakit prioritas seperti Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi, secara mandiri berbasis keselamatan pasien.

Hal itu terungkap saat Gubernur Sumsel H. Herman Deru (HD) saat menerima audiensi Tim Kemenkes dan RS Rujukan Nasional masing-masing Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, RS Kanker Dharmais, RS Pusat Otak Nasional dan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), serta RSMH Palembang, di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Selasa 11 Oktober 2022

Advertisement

Orang nomor satu di Sumsel berharap, Program Pengampuan Rumah Sakit Jejaring ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah untuk mendapatkan pelayanan pengobatan penyakit Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi di Sumsel segera terwujud.

“Melalui program jejaring ini kualitas pelayanan RSUD Siti Fatimah akan sesuai standar. Hal ini pula akan bertujuan untuk menurunkan angka kematian akibat keterlambatan penanganan pasien-pasien di Indonesia khususnya di Provinsi Sumsel,” tegas Herman Deru.

“Ini akan memudahkan masyarakat dalam Sumsel mendapatkan akses pelayanan kesehatan khususnya, untuk penyakit jantung, stroke, kanker dan ginjal,” katanya.

Diakui, Program yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan RI ini selaras dengan apa yang didengungkan oleh Pemprov Sumsel, dimana Ia menginginkan dari beberapa Rumah Sakit yang ada di Provinsi Sumsel masing-masing memiliki pelayanan unggulan.

“Secara administratif kami Pemprov Sumsel mendukung penuh program ini, kalau ada MOU saya ingin segera, kalau mau disamakan dengan Rumah Sakit yang ada di Malaka, RSUD Siti Fatimah dan Pemprov Sumsel akan kita siapkan syaratnya,” ungkapny.

Gubernur juga menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel untuk berkoordinasi dengan tim dari pusat dan RS Pengampu Nasional untuk membenahi kesiapan terbentuknya program pengampuan jejaring rujukan di Provinsi Sumsel

“Saya ingin kalau bisa Dinkes langsung ambil tindakan jemput bola,” (Rel/Hms/Ward)

Advertisement