Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Penggunaan Alsintan di Sejagung Disorot: Pemdes Minta Evaluasi dan Klarifikasi

6.018 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN — Pemerintah Desa Sejagung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, menyoroti dugaan ketidaksesuaian penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang merupakan program bantuan pemerintah. Dugaan penyalahgunaan Alsintan ini muncul setelah pemerintah desa menerima laporan dari warga terkait keberadaan Alsintan yang diduga tidak berada di lokasi peruntukan.

Hasil penelusuran awal Pemerintah Desa Sejagung menunjukkan bahwa Alsintan jenis Traktor Roda Empat (TR4/Jonder) yang semestinya dimanfaatkan oleh petani Dusun 1, diduga sedang beroperasi di luar wilayah administrasi desa.

Advertisement

Kepala Desa Sejagung, Azhar Muslimin, S.E., membenarkan bahwa laporan dugaan penyalahgunaan Alsintan Banyuasin tersebut pertama kali disampaikan masyarakat. Pemerintah desa kemudian menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

“Kami menerima laporan dari masyarakat, lalu kami cek ke lapangan. Dari penelusuran awal saat itu Alsintan diduga beroperasi di luar Desa Sejagung. Tentu ini perlu diklarifikasi agar jelas dan tidak menimbulkan salah paham,” ujar Azhar.

Azhar menegaskan bahwa transparansi pengelolaan Alsintan menjadi hal penting, karena Alsintan tersebut merupakan bantuan pemerintah untuk kepentingan bersama para petani di bawah kelompok tani dan Gapoktan Sejagung. Dugaan pemindahan lokasi operasional maupun penggunaan oleh pihak di luar penerima manfaat masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Pemerintah Desa Sejagung juga menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin untuk turun langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Alsintan bantuan pemerintah tersebut.

“Kami berharap ada evaluasi resmi dari dinas terkait. Pemerintah desa siap memberikan data penunjang untuk memastikan pengelolaan Alsintan sesuai ketentuan dan bermanfaat bagi seluruh petani,” tegasnya.

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, Pemerintah Desa Sejagung membuka ruang klarifikasi kepada Ketua Gapoktan maupun pihak-pihak yang disebut dalam laporan masyarakat. Hingga berita ini diterbitkan, proses konfirmasi resmi dari Gapoktan masih berlangsung.

Sebagai informasi, pengelolaan Alsintan bantuan pemerintah mengacu pada Petunjuk Teknis Penyediaan dan Penyaluran Bantuan Alsintan Tahun 2024 serta Petunjuk Teknis Pengelolaan Alsintan Tahun 2024. Kedua regulasi tersebut menegaskan bahwa Alsintan tidak boleh dipindahtangankan, tidak boleh disewakan untuk kepentingan pribadi, dan harus digunakan sesuai peruntukan kelompok tani.

Regulasi tersebut diperkuat melalui Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 194/KPTS/DISPTPH/2025 mengenai bantuan Alsintan kepada masyarakat. Di tingkat daerah, pos anggaran Alsintan dalam APBD Banyuasin menegaskan bahwa alat tersebut merupakan aset pemerintah daerah yang wajib diawasi pemanfaatannya agar tepat guna dan tepat sasaran.

Terpisah Salim salah satu anggota gapoktan sekaligus selaku mekanik bengkel mengaku bahwa alat saat ini belum bisa dioperasikan karena rusak

Diakuinya bahwa alat memang pernah dijalankan untuk mengetes di lahan desa lain namun pemiliknya adalah anggota kelompok tani dari desa sejagung.

“Sekarang alat pertanian ada di samping rumah sedang di perbaiki karna rusak” Ucapnya.

Dijelaskan Salim bahwa alat jonder roda empat yang saat ini diperbaiki berasal dari Tanjung Lago.

“Kalo tidak salah asal alat dari Tanjung Lago. Dapatkan masih di awal tahun ini. Tapi alat dalam keadaan tidak bagus. Kemaren memang sempet di operasikan untuk ngetes saja” Ujannya.

Terpisah, Salim, salah satu anggota Gapoktan sekaligus mekanik bengkel, mengaku bahwa alat pertanian tersebut saat ini belum bisa dioperasikan karena mengalami kerusakan. Ia membenarkan bahwa alat itu sempat dijalankan untuk pengetesan di lahan desa lain, namun ia menegaskan bahwa pemiliknya adalah anggota kelompok tani dari Desa Sejagung.

“Sekarang alat pertanian ada di samping rumah, sedang diperbaiki karena rusak,” ujarnya.

Salim menjelaskan bahwa traktor roda empat (Jonder) yang sedang diperbaiki itu berasal dari Tanjung Lago.

“Kalau tidak salah, asal alat dari Tanjung Lago. Didapatkan masih di awal tahun ini, tapi kondisinya memang tidak bagus. Kemarin memang sempat dioperasikan hanya untuk ngetes saja,” jelasnya.

Advertisement