Semangat Kartini Menggema, Pemkab Garut Perkuat Peran Perempuan di Tengah Transformasi Digital

935 dilihat

 

Advertisement

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Peringatan Hari Kartini ke-147 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Garut berlangsung khidmat di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Selasa (21/4/2026).

Momentum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran perempuan dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya di era digital yang terus berkembang pesat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Garut Putri Karlina, Sekretaris Daerah Nurdin Yana, Ketua TP PKK Kabupaten Garut Tinneke Hermina, serta berbagai unsur masyarakat dan organisasi perempuan.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat akan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan bagi kaum perempuan.

Menurutnya, tema “Semangat Kartini Berkarya, Berkreasi, dan Berprestasi” mencerminkan karakter perempuan masa kini yang tidak hanya aktif, tetapi juga adaptif terhadap perubahan, termasuk dalam menghadapi digitalisasi.

“Perempuan hari ini dituntut mampu menyeimbangkan peran di dalam keluarga dan di ruang publik, sekaligus memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar,” ujar Bupati.

Ia juga mengapresiasi kontribusi GOW Kabupaten Garut yang telah menunjukkan eksistensi dan dedikasinya selama lebih dari tujuh dekade dalam mendukung pembangunan daerah. Peran tersebut dinilai penting dalam mendorong kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Ketua GOW Kabupaten Garut, Diana Ratna Inten, menyampaikan bahwa semangat Kartini harus terus dimaknai secara kontekstual. Ia menilai, perempuan masa kini harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.

“Kartini masa kini bukan hanya simbol, tetapi kekuatan pemikiran yang mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sepanjang satu tahun terakhir GOW telah melaksanakan sekitar 170 kegiatan yang menyasar berbagai bidang. Di sektor sosial dan pendidikan, GOW berkontribusi melalui dukungan terhadap anak disabilitas netra, pembinaan SLB-A, hingga pendampingan pasien talasemia dan anak dengan HIV/AIDS.

Sementara dalam bidang ekonomi, pelatihan UMKM dan peningkatan keterampilan perempuan terus digalakkan guna mendorong kemandirian. Upaya lainnya juga dilakukan pada sektor lingkungan dan infrastruktur, seperti renovasi gedung GOW, pembangunan pojok baca di Desa Cibuah, serta dukungan terhadap program “Garut Hejo” melalui penyediaan greenhouse pembibitan tanaman.

Tak hanya fokus pada program pembangunan, GOW juga aktif dalam advokasi sosial, termasuk edukasi tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), bahaya narkoba, serta gerakan “Perempuan Garut Menegakkan Keadilan”.

Sebagai bentuk keberlanjutan gerakan, GOW turut menghadirkan sarasehan lintas generasi yang menjadi wadah dialog dan kolaborasi antara perempuan dari berbagai latar belakang.

“Ini adalah bukti nyata bahwa perempuan Garut terus hadir, berkontribusi, dan menjadi penggerak perubahan, tanpa meninggalkan peran penting dalam keluarga,” tegas Diana.

Kegiatan ini ditutup dengan semangat women supporting women, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam memperjuangkan kesetaraan, keadilan, serta pemerataan pendidikan bagi generasi mendatang.

Advertisement