
BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Upaya pelestarian budaya lokal dan penguatan peran perempuan kembali digaungkan melalui Lomba Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda yang digelar di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dan dihadiri Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Siska Gerfianti, Ketua TP PKK Kabupaten Garut Tinneke Hermina, serta sejumlah undangan dari berbagai elemen organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan daerah. Ia menilai, kemajuan suatu wilayah tidak terlepas dari kontribusi aktif kaum perempuan di berbagai bidang.
Ia juga mengapresiasi kehadiran perempuan dalam posisi strategis di Kabupaten Garut, yang dinilai mampu memberikan energi positif dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, lomba paduan suara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan seni, tetapi juga sarana mempererat hubungan serta memperluas jaringan komunikasi antarperempuan dari berbagai daerah.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana, Lisa Aprianti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian gelombang keempat setelah sebelumnya diselenggarakan di Kabupaten Bogor, Purwakarta, dan Cirebon. Rangkaian tersebut akan ditutup di wilayah Bandung Barat.
Ia menuturkan, kegiatan ini memiliki tujuan ganda, yakni melestarikan seni suara tradisional khas Jawa Barat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Selain itu, ajang ini juga diharapkan dapat meneguhkan peran perempuan sebagai penjaga keharmonisan dalam keluarga dan masyarakat.
Babak penyisihan wilayah IV di Garut diikuti oleh perwakilan berbagai organisasi seperti PKK, PGRI, Persit Kartika Chandra Kirana, dan Bhayangkari. Para peserta berasal dari enam daerah, yakni Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, serta Kota Banjar.
Setiap tim terdiri dari sekitar 20 peserta yang menampilkan dua lagu, termasuk satu lagu wajib yang telah ditentukan oleh panitia sebagai bagian dari penilaian.








