Karhutla Dekat Permukiman di Petaling Muba, Damkar Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

782 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID MUBA– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di dekat permukiman warga di Jalan Golkar, Dusun 2, Desa Petaling, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Selasa (1/9/2026) malam.

Kebakaran tersebut langsung mendapat penanganan dari jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Musi Banyuasin. Respons cepat dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas, mengingat lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan permukiman.

Advertisement

Laporan mengenai kejadian tersebut disampaikan Kepala Desa Petaling, Ifiat, kepada petugas pada pukul 19.53 WIB.

Mendapat laporan tersebut, Damkar Muba segera mengerahkan satu unit armada menuju lokasi. Sebanyak tiga personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Muba, dr Sharlie Esa Kenedy, MARS, mengatakan petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga penyisiran di sekitar lokasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi kembali menyala dan menjalar ke area lain.

“Setelah dilakukan pemadaman dan penyisiran, area dipastikan aman. Petugas kemudian kembali ke pos,” ujarnya.

Dalam proses penanganan, personel Damkar Muba juga mendapat dukungan dari anggota Polsek Lais.

Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke kawasan permukiman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas meninggalkan lokasi dan kembali ke pos untuk melanjutkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan adanya laporan kebakaran lainnya.

Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet SH memberikan apresiasi terhadap gerak cepat jajaran Damkar Muba bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla tersebut.

Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi sangat penting ketika kebakaran terjadi di sekitar permukiman warga.

“Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Setiap laporan kebakaran harus segera direspons dan ditangani agar tidak meluas, apalagi jika lokasinya berdekatan dengan permukiman,” tegas Toha.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan memungkinkan api cepat menyebar.

Selain kesiapan petugas, laporan awal dari masyarakat juga dinilai memiliki peran penting dalam mempercepat penanganan.

“Pencegahan dan laporan dini dari masyarakat menjadi bagian penting dalam meminimalkan dampak karhutla,” pungkasnya.

Peristiwa di Desa Petaling tersebut kembali menjadi pengingat bahwa keberadaan titik api di sekitar permukiman membutuhkan penanganan segera. Dengan laporan cepat dari masyarakat dan respons petugas di lapangan, potensi kebakaran meluas dapat ditekan sehingga keselamatan warga tetap menjadi prioritas.

Advertisement