Awas Beradar Rancun Rumput Palsu

13.110 dilihat
Sample rancun rumput diduga palsu

BANYUASIN, Buana Indonesia- Masyarakat petani di wilayah Kabupaten Banyuasin diresahkan dengan beredarnya racun rumput cair yang dikemas dengan deriken ukuran 30 liter bermerek See Top yang diduga palsu.

Salah seorang petani asal lubuk karet Mar (47) pada wartawan belum lama ini  mengatakan bahwa dirinya merasa tertipu dengan beredarnya racun rumput yang diduga palsu tgersebut.”Ketahuan racun rumput ini tidak asli setelah saya coba  meyemprot  rumput yang ada diladang tapi sudah beberapa hari  ternyata rumputnya tidak mengalami perubahan, jangankan menjadi mati layu saja tidak rumput itu” jelas Mar

Advertisement

Oleh karna itu menurut Mar, rancun rumput yang dibelinya itu diduga palsu.”saya sudah disampaikan kepada salah seorang pedagang di kawasan pasar Pangkalan Balai dan setelah itu saya kembali membeli satu deriken rancun cair dengan mark yang sama, lalu sesampainya dirumah, saya  coba semprotkan  kerumput diladang itu namun tempatnya berbeda dengan tempat disemprotnya dengan rancun cair yang pertama. Ternyata hanya dalam waktu 3 hari sudah terlihat layu kemudian juga mati” cetusnya

Yang menjadikan Mar semakin yakin bahwa racun rumput yang pertama dibeli itu palsu adalah  mark nama racun dan pabrik pun juga sama dan juga dikemas sama dengan yang aslinya, “sehingga saya tidak mengetahui kalau racun yang pertama dibelinya itu ternyata palsu” ujarnya.

“Namanya orang petani didesa seperti ini siapa tidak tertarik pak, kami memang membutuhkan barang itu,  harganya terjangkau bahkan dapat dibayar diangsur, karena itulah hampir semua petani disusun ini membeli racun rumput itu.

Memang kata Mar, warga petani disini belum ada yang melunasi,  warga baru membayar separuh dari harga Rp.600 ribu perderikennya. “Karena dianggap murah maka semua petani disini saat musim garap sawah tahun saat ini hampir semua warga membelinya” lanjutnya

Selain dari yang sudah dibuktikan juga setelah dirinya membeli yang baru bahwa harga racun rumput dengan mark dari pabrik yang sama ternyata harganya lebih mahal, kalau yang pertama dibeli hanya Rp.600 ribu dapat diangsur, sedangkan yang asli harganya Rp.750 ribu kontan perderikennya.terang Mar.

” Walaupun racun itu palsu dan baru kami bayar separuh, tetapi niat saya masih mau melunasinya kepada penyalur itu, asal mereka mau datang kerumah saya lagi, sebab perjanjiannya saya berhutang kan wajib membayar apalagi barangnya sudah ada yang kami pakai dan warga petani didusun ini semua siap membayar lunas jika penyalurnya mau datang kedusun ini”, harap Mar.

Yang membuat dirinya yakin kalau rancum rumput itu palsu, setelah ada salah seorang wartawan yang sempat mengabadikan sisa rancun itu dan keesokan harinya pihak penjual yang berinisial Sa dan Bu pegawai salah satu Bank Swasta mendatangi kediamannya untuk mengambil sisa racun itu dan langsung menukarnya yang baru dengan mark yang sama dan saya cobakan disemprot tak lama beberapa hari kemudian rumputnya pun layu, bebernya.

Informasi yang dihimpun dari keterangan salah seorang Pegawai Penyuluh desa setempat, Wahyono bahwa bisa jadi saja racun itu asli, tetapi petani pengguna racun itu disaat melakukan penyemprotan menggunakan air masam, sehingga racun tersebut menjadi tawar secara otomatis,

Tetapi jika masih pakai air tawar pun rumput yang disemprot juga masih tidak mati ada dugaan kuat racun itu palsu, apalagi sampai ada yang merasa menjual barang itu tiba-tiba mengambil sisa racun milik petani yang disemprotkan rumput tidak mati itu diambil dan ditukar dengan yang baru pada mark yang sama. Dengan penggantian barang yang baru masih dengan mark sama itu tentu dugaan bahwa racun rumput yang pertama dibeli itu palsu semakin menguat.

Wahyono menambahkan, memang pada musim tanam tahun yang lalu di Kecamatan Pulau Rimau sudah terkabar dengan beredarnya racun rumput palsu, namun sampai saat ini pun pihak petani yang dirugikan juga tidak ada yang mengadukan kepihak berwajib, padahal itu jelas ada unsur pidananya, terangnya Jumat (09/11/2012) kemarin.(mbi)

Advertisement