
BANYUASIN, Buana Indonesia– Sudah dua bulan lebih siswa SDN 12 Kecamatan Betung terpaksa harus belajar dilantai, pasalnya dua ruang belajar (Rubel) pada SDN tersebut belum ada mobiler
Semenjak selesai dilakukan rehab total hingga akhir Desember 2012 lalu hingga sekarang pelaksana kerja (kontraktor) belum diisi kelengakapan sarana dan prasarananya seperti mobiler baik untuk belajar siswa maupun untuk guru, jelas Kepala Sekolah SDN 12 Betung, Sri Herawati, SPd (6/2).
Karena desakan para wali murid agar putra-putrinya masuk pagi maka kata Kepala Sekolah pihak sekolah terpaksa melakukan sisiwa belajar di lantai
Masih menurut Kepala sekolah , padahal semua biaya untuk mobiler ditiga rubel tersebut telah dilunasi Pada pemborong Sri dengan saksi beberapa kepala sekolah yang juga sekolahnya mendapatkan rehap ,
Dari tiga rubel yang ada disekolah yang dipimpinnya ini memang sudah ada yang dikirim mobilernya, tetapi hanya baru satu rubel saja. Sedangkan mobiler yang yang sudah ada pun terlihat sangat mengecewakan, sebab bahan bakunya terlihat dari jauh dari standar mobiler untuk belajar siswa. Karena dengan sembarangan bahan baku mobiler tersebut tentu tidak akan dapat bertahan lama, urainya.
Jika sampai akhir bulan Februari ini masih saja belum dikirimkan mobiler disekolahnya, Sri Herawati mengancam akan membuat laporan bersama pengurus komite kepihak berwajib, sebab kami telah dirugikan dan merasa ditipu. Andaikata kami mengetahui alamat kantor perusahaan atau tempat tinggal Sri selaku pelaksana kontraktor itu tentu sudah kami datangi, kami benar-benar kecewa dan malu dibuatnya, bebernya.
Salah seorang wali murid yang juga sebagai anggota Komite SDN 12 Betung Noerma waluyo mengaku kaget saat putranya sepulang sekolah mengatakan bersama rekan satu kelasnya terpaksa belajar dilantai. Dari pengakuan anaknya kata Noerma langsung mendatangi sekolah tempat anak belajar dan ternyata benar ada dua rubel belum diisi bangku.
Sementara Kasi Sapras Diknas Pemkab Banyuasin Sujak saat akan diminta konfirmasinya tidak berhasil karena menurut stapnya bahwa Sujak sedang ada dinas luar di wilayah Perairan terkait permasalahan yang sama, terang salah seorang stap yang meminta namanya tidak dicantumkan dalam pemberitaan ini Saat prihal itu di kompir masi pada sri melalui Ponselnya yang bersangkutan enggan mengankat dan di SMS tidak balas (Bi)







