
GARUT, Buana Indonesia- Puluhan Siswa/Siswi Kelas VI SD Babakan loa 5 Desa Babakanloa Kecamatan Pangatikan sedah hampir sepekan tidak dapat mengikuti proses belajar-mengajar seperti biasa, untuk dapat melakukan proses belajar mengejar terpaksa mereka harus mengungsi dirumah warga. Pasalnya kelas mereka disegel oleh pengusaha bahan bangunan.
Penyegelan yang dilakukan oleh para Pengusaha Bahan Bangunan ini adalah buntut dari pelampiasan dari kekecewaan terhadap pihak CV.MIRAMARE selaku pemborong yang mengerjakan bangunan sekolah itu, karna belum memenuhi kewajiban membayar bahan-bahan bangunan yang digunakan untuk rehab kelas di SD Babakanloa 5 dalam program DAK 2011
Endang (35) salah seorang yang turut penyegel kelas di SD Babakanloa kepada media ini mengatakan, bahwa dirinya merasa kesal dengan ulah sipemborong karna sampai selesai pengerjaan Rehab Kelas tersebut, bahan bangunan yang dipesan darinya belum dibayar ”bahkan semua pengusaha bahan bangunan yang lainnya juga sama dengan nasib seperti saya”ujar Endang.
Endang menambahkan, bahwa sebenarnya dirinya bersama rekan yang lain bukan tidak peduli dengan nasib para siswa, namun dirinya beserta yang lainnya terpaksa melakukan hal tersebut sebab sampai saat ini pihak pemborong tidak bertanggung jawab terhadap kewajiban kepada pihaknya selaku pemasok bahan bangunan “padahal dalam kesepakatan pihak pemborong akan membayar sebagian setelah pengerjaan dilaksanakan 30%, namun kenyataannya jangankan 30%,sampai bangunan ini sudah beres sepeserpun kami belum menerima pembayaran”bebernya.
Terpisah salah seorang staff pengajar disekolah tersebut saat dikompirmasi awak media baru-baru ini mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan dengan terjadinyaperistiwa itu. Dirinya berharap agar persoalan ini sesegera mungkin dapat diselesaikan “karena ini menyangkut proses belajar mengajar siswa kelas VI yang tidak akan lama lagi melaksanakan Ujian Nasional” imbuhnya. (Den’s)







