BANYUASIN, Buana Indonesia- Banyak Pengusaha walet Dikabupaten Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan akhir-khir ini merugi.Penghasilan mereka menurun derastis hingga mencapai 75 persen. penghasilan yang semula 30 juta per tiga bulan kini haya sekitar 10 juta rupiah. untuk sekedar mempertahakan kesinambungan usahanya satu-persatu kayawannya sudah diistirahatkan.
Tasam salah satu pengusaha walet didaerh Betung saat dijumpai dikediaamannya belum lama ini mengungkapkaan bawa penghasilan usaha waletnya berkurang sudah sekitar 6 bulan terakhi “sudah seekitar enam bulan sejak usai lebaran sampai saatini harga anjok, semula harganya Rp 12 hingga Rp 15 juta kini hanya Rp 3,5 sampai Rp 5 juta saja ” ucapnya
Menurutnya, dampak dari akibat anjloknya harga jual sarang walet karyawan yang semula 5 orang kini hanya mampu mengupah 2 orang , 3 orang lainya sudah diistirahatkan. “satu orang saya gajih Rp 1,5 juta perbulan, karna tidak sebandiing dengan penghasillan penjualan sarang walet,yah sementara kita istirahatkan dulu” tuturnya
Masih kata dia, dulu penghasilannya dari usaha walet itu sekitar Rp 35 juta rupiah pertiga bulannya namun saat ini hanya sekitar Rp 11 juta pertiga bulannya. ” usaha saya ini baru tiga tahunan namun baru sekitar hampir satu tahun ini baru menghadilksn itupun baru sekitar 3 kg pertiga bulan” tuturnya
Menurutnya turunya harga sarang walet itu dirasakan sudah kurang lebih 6 bulan yaitu sejak usai lebaran.”informsinnyaa pennyebab turunnyya harga ada dua, yakni akibat isu ada warga di China meninggal setelah mengonsumsi sarang burung walet dan ada juga yang mengatakan kalau dari pihak expotir mengubah walet dari warna putih di ubah menjadi warna merah” ucapnya
Katan Dia, meruginya usaha wealet buka saja dirasakan oleh dirinya tapi seluruh pengusaha-pengusaha walet yang ada dikabupaten Banyuasin Bahkan seluruh pengusaha walet yang ada di Indonesia “saat ini banyak pengusaha walet yang hendak menjual gedung termasuk saya” pungkasnya (bi)






