Buka Bersama Gubernur dan IKA UNSRI, Menteri Pertahanan Sampaikan Pesan Penting

10.295 dilihat
Menhan RI Jendral (Purn) TNI Ryamizard ryacudu didampingi Kapuskom Kemhan RI Brigjend TNI Totok Sugiharto

BUANAINDONESIA.CO.ID, PALEMBANG,- Menteri Pertahanan Republik Indonesia Buka Puasa Bersama IKA UNSRI dan Gubernur Sumatera Selatan Di Griya Agung, Hadir dalam kegiatan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, dan didampingi Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan RI, Bpk. Brigjen TNI Totok sugiharto. Gubernur Sumatera Selatan beserta seluruh jajaran dan Ketua IKA UNSRI serta jajaran, Dalam kesempatan yang berbahagia ini, Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizar Ryacudu, mengucapkan terima kasih serta apresiasi atas terselenggaranya acara pertemuan dan buka puasa bersama pada hari ini, dimana inti dari pertemuan kebangsaan ini adalah bagaimana setiap Warga Negara memiliki peran dalam sistem pertahanan negara dan dalam hal ini apa peran setiap komponen bangsa dalam konteks bela negara.

“Bela Negara pada prinsipnya adalah keikhlasan setiap warga negara sesuai dengan kekuatan, peran dan fungsinya masing-masing untuk rela berkorban dan berjuang demi keutuhan bangsa dan negara berdasarkan kemampuan, panggilan dan amanahnya dalam membela negara. Sehingga jika disatukan menjadi satu kekuatan totalitas yang maha dahsyat bagi Pertahanan Negara. “Ucap Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, saat memberikan sambutan di acara buka bersama, Jum’at. 17/05/19.

Dikatakannya, Putra Sumatera Selatan ini, Pada hakekatnya Kepentingan Strategis Pembangunan Konsep Pertahanan Negara adalah dalam rangka mengamankan KEPENTINGAN NASIONAL yaitu Menjaga Keselamatan bangsa, Menjaga Kedaulatan Negara serta Menjaga Integritas Teritorial NKRI.

“Saya selaku Menteri Pertahanan yang merupakan pembantu dan penasehat Presiden di bidang Pertahanan memiliki kewenangan tertinggi dalam mendesain strategi dan arsitektur pertahanan negara. Tentunya dalam bicara tentang pertahanan negara atau arsitektur pertahanan negara semua diawali dari ancaman yang ada. Sebagaimana sering saya sampaikan dalam berbagai FORUM, saat ini NKRI sedang Menghadapi 3 (Tiga) Dimensi Ancaman yaitu, Ancaman Belum Nyata, Ancaman Nyata dan dan Ancaman non Fisik terhadap Mindset seluruh Rakyat Indonesia. Namun ancaman yang sangat berbahaya pada saat ini adalah ancaman Mindset yang merupakan suatu bentuk ancaman yang ingin mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi lain dengan terus memasukan secara masif, terstruktur dan sistematis, memasukkan ide-ide dan konsepnya. Seperti contohnya dalam hal ini adalah Komunis dan Khilafah, tetapi yang paling nyata adalah Khilafah, kerena Khilafah telah menyuarakan atau membangun sistem tata kelola dunia berdasarkan Syariah atau dengan dasar semuanya akan disatukan dengan konsep Islam garis keras.”katanya.

Ditambahkannya, Mereka bergerak secara sistematis dan sudah masuk kedalam sekolah-sekolah, SMA bahkan Universitas. Oleh karena itu kita perlu suatu konsep untuk menangani semua ini, dalam hal ini Kementerian Pertahanan telah melakukan langkah-langkah dalam menghadapi bahaya Mindset dengan konsep Bela Negara dan Sosialiasi nilai-nilai Pancasila. Bela Negara ini termasuk didalamnya strategi deradikalisasi.

“Salah satu upaya dalam menangkal dan menghadapi kelompok garis keras ini, menyatukan seluruh kekuatan rakyat dengan strategi perang Semesta yang implementasinya telah diatur dalam Undang-Undang. Sejarah munculnya WAHABI-SALAFI ini dibentuk oleh Penjajah INGGRIS yang pada saat itu ditunjukan untuk menghancurkan Kekuatan PERSATUAN ISLAM dan ISLAM yang maju pada jaman Kerajaan OTOMAN-TURKI USMANI. PERADABAN DAN BUDAYA ISLAM OTOMAN saat itu berkembang sangat PESAT dan menjadi ancaman bagi para penjajah karena sangat sulitnya untuk menaklukkan persatuan Islam pada saat itu yang kuat dan Penuh KEDAMAIAN. Penjajah Inggris saat itu kemudian menyusun strategi “DEVIDE ET AMPERA” untuk memecah Belah Islam. Adapun cara paling efektif untuk menangkal ancaman Mindset yang telah saya sampaikan diatas adalah dengan membangun semangat Bela Negara dan penanaman nilai-nilai Pancasila. PANCASILA merupakan kompromi ya