Bupati Garut Pastikan Pembangunan Jembatan Banjarwangi Segera Dimulai

2.533 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Upaya pemulihan infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Garut terus dipercepat. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi jembatan penghubung Desa Kadongdong dan Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, yang rusak akibat diterjang banjir bandang, Jumat (8/5/2026).

Advertisement

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan jembatan gantung permanen yang akan direalisasikan melalui bantuan pemerintah pusat. Jembatan tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai akses utama masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Dalam kunjungan itu, Bupati Garut didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, bersama jajaran pemerintah kecamatan, desa, dan unsur terkait lainnya.

Abdusy Syakur Amin menegaskan, pembangunan jembatan permanen menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah guna memulihkan konektivitas masyarakat yang selama ini terganggu sejak jembatan lama hanyut pada tahun 2022.

Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak bencana.

“Kami berharap pembangunan ini bisa segera berjalan dengan baik sehingga akses masyarakat kembali normal dan aktivitas warga dapat lebih lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail, menjelaskan bahwa proyek pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari program peningkatan aksesibilitas layanan dasar di daerah terpencil.

Ia menyebutkan, berdasarkan rencana teknis, jembatan akan memiliki bentang utama sekitar 80 meter dengan tambahan jalur pendekat di kedua sisi sepanjang 13 meter.

Agus juga mengungkapkan bahwa persoalan akses menuju lokasi pembangunan mulai terselesaikan berkat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.

“Kami terus melakukan koordinasi agar jalur pendekat dari kedua desa bisa segera terbuka sehingga proses pembangunan berjalan optimal,” katanya.

Kepala Desa Kadongdong, Maoluddin Lapit, menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Ia menilai keberadaan jembatan permanen sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi jalur utama menuju pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.

Selama jembatan utama belum dibangun kembali, warga hanya mengandalkan jembatan darurat hasil swadaya masyarakat untuk melintas setiap hari.

“Harapannya pembangunan ini segera terealisasi karena jembatan ini sangat penting bagi warga, terutama pelajar, petani, dan masyarakat yang beraktivitas ke pusat kota,” ungkap Maoluddin.

Advertisement