Dihipnotis Warga Brunei, Tabungan Guru SMA Habis hingga Rp 85,3 Juta

9.112 dilihat
Ilustrasi/int

PALEMBANG,Buanaindonesia.com-Naas dialami Kaisar (48), guru SMA di Palembang. Dia harus kehilangan uang tabungannya sebanyak Rp 85,3 juta setelah dikuras dua orang pelaku, salah satunya mengaku warga negara Brunei Darussalam bernama Sultan.

Peristiwa itu terjadi ketika korban yang tinggal di Jalan Lunjuk Jaya, Lorong Teratai, Ilir Barat I, Palembang, baru saja keluar dari sebuah toko bangunan di sekitar rumahnya, Kamis (2/4) siang. Di perjalanan menuju mobilnya yang terparkir di halaman toko, langkah korban dihadang oleh pelaku dengan berlogat Melayu yang mengaku karyawan PT Pertamina.

Advertisement

Saat itu pelaku berpura-pura menanyakan alamat Rumah Sakit Pertamina Palembang. Sebab, pelaku mengaku baru beberapa hari tinggal di kawasan Pertamina sehingga lupa. Korban pun memberitahu alamat yang dituju pelaku.

Merasa cukup dengan penjelasannya, korban meninggalkan pelaku Sultan menuju mobilnya. Lagi-lagi, langkah kakinya dihentikan oleh seorang pria yang kali ini bernama Rudi.

Rupanya Rudi adalah teman pelaku. Dia lalu meminta korban untuk mengantar Sultan ke RS Pertamina. Sebelum Kaisar mengiyakan permintaan itu, Sultan sempat menjabat tangan Kaisar. Sejak itulah, kesadaran korban seakan-akan berkurang dan mau-mau saja mengikuti ucapan Sultan. Korban pun mau saja masuk ke mobil pelaku.

“Dalam perjalanan, dia (pelaku Sultan) minta bantuan menitipkan uang tabunganya ke ATM saya. Saya lalu memberinya nomor rekening saya dan atas permintaan dia saya menunjukkan kartu ATM Bank BNI milik saya,” ungkap Kaisar saat melapor ke SPKT Polda Sumsel, Jumat (3/4).

Melihat kartu ATM Kaisar, pelaku ingin tahu apakah ATM Kaisar masih aktif atau tidak. Untuk menjawab pertanyaan pelaku, Kaisar mengantarnya ke ATM di kawasan Universitas Sriwijaya, Bukit, Palembang. Kedua pelaku melihat langsung Kaisar membuka ATM dengan menyertakan kode PIN. Bahkan, pelaku tahu persis berapa isi tabungan milik korban.

Tak puas sampai di sana, pelaku Sultan meminta korban untuk menunjukkan cara mengambil uang di ATM. Lagi-lagi, korban mau-mau saja menuruti omongan pelaku dengan mencontohkan mengambil uang senilai Rp 500 ribu.

Begitu uang keluar, pelaku Sultan mengambil uang itu dan meletakkan kartu ATM milik korban di bawah lembaran uang, sedangkan kartu ATM milik pelaku diletakkan di bagian atas lembaran uang. Itu sebabnya, kartu ATM korban berada di tangan pelaku dan sebaliknya.

“Saya mulai sadar saat baru pulang ke rumah. Ada yang tidak beres, saya langsung mengecek ke bank memeriksa tabungan saya. Barulah saya tahu tabungan saya sudah berkurang Rp 64,5 di bank BNI dan Rp 20,7 di bank BRI.

“Saya pikir-pikir ternyata saya sudah dihiptonis orang yang mengaku warga Brunei itu. Dia kuras uang tabungan saya sampai Rp 85,3 juta,” kata dia.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan sudah menerima laporan korban dengan surat laporan nomor LPB/216/IV/2015/SPKT.

“Akan kita cari identitas pelaku yang menurut korban warga negara asing,” pungkasnya. (Irwan-Wardoyo)

Advertisement