DPRD Sumsel Gelar Rapat Paripurna XIII “Vidcon” Agenda Pengantar LKPJ Gubernur Sumsel 2019

1.632 dilihat
DPRD Sumsel Gelar Rapat Paripurna XIII “Vidcon” Agenda Pengantar LKPJ Gubernur Sumsel 2019. Senin 20 April 2020 di ruang Banggar.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Paripurna XIII, agenda  penyampaian pengantar LKPJ Gubernur Sumsel tahun 2019. Rapat paripurna XIII berbeda dengan rapat sebelumnya. Ditengah pandemi Covid-19 dilakukan secara vidio conference (Vidcon) dengan Gubernur/Wakil Gubernur Sumatera Selatan – H. Herman Deru (HD), H.Mawardi Yahya. serta seluruh Kepala Dinas, biro di lingkungan pemerintah Sumatera Selatan. Senin 20 April 2020 di ruang Badan Anggaran DPRD Sumsel.

Suasana Rapat Paripurna XIII “Vidcon” Agenda Pengantar LKPJ Gubernur Sumsel 2019. Senin 20 April 2020 di ruang Banggar. Foto : Humas

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Sumsel, Anita Noeringhati – Partai Golkar, serta didampingi Wakil Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda N Kiemas – PDI- Perjuangan, Kartika Sandra Desi- Gerindra dan Muchendi Mahzareki – Partai Demokrat.

Anita pada rapat paripurna mengatakan rapat paripurna ini digelar ditengah pandemi Covid-19 ini dilakukan secara vidio conference, meski demikian tidak akan melangguran peraturan tata tertib yang ada. “Paripurna ini tetap sesuai dengan aturan yang ada, untuk pimpinan di ruang Banggar, sedangkan untuk anggota DPRD di ruang fraksi,”ujarnya.

Suasana Rapat Paripurna XIII “Vidcon” Agenda Pengantar LKPJ Gubernur Sumsel 2019. Senin 20 April 2020 di ruang Banggar. Foto : Humas

Dijelaskan, untuk pembahasan dan penelitian LKPJ Gubernur Sumsel tahun 2019 yang telah disampaikan, maka akan dilakukan pembentukan pansus.

“Pansus-pansus yang telah ditunjuk sesuai bidang-bidang yakni pemerintahan, perekonomian, keuangan, pembangunan dan kesos. Pembahasan dan penelitian akan diberikan waktu sejak tanggal 20 April hingga 6 Mei 2020,” ujar Anita

Pada saat penyampaian laporannya, HD menjelaskan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumsel terdapat 16 sasaran yang setiap tahun yang dirangkum dalam beberapa prioritas pembangunan. Capaian indikator makro pembangunan tahun 2019 yakni pertumbuhan ekonomi di Sumsel sebesar 5,71% lebih tinggi dibanding Nasional sebesar 5,02%, sehingga Sumsel mendapat peringkat 3 tertinggi nasional.

“Rasio Sumsel sebesar 0,331 lebih rendah dibanding nasional 0,382, ini menunjukkan bahwa kesenjangan antar pendapatan di Sumsel termasuk dalam kategori rendah,”jelasnya.

Dilanjutkan sedangkan, tingkat inflasi Sumsel sebesar 2,06% lebih rendah dibanding Nasional 2,72%. Hal ini menunjukkan harga bahan pokok di Sumsel cukup stabil,”ujarnya.

Rapat Paripurna XIII “Vidcon” Agenda Pengantar LKPJ Gubernur Sumsel 2019. Senin 20 April 2020 di ruang Banggar. Foto : Humas

Sedangkan, untuk tingkat pengangguran, tingkat pengangguran terbuka 4,48% lebih rendah dibanding nasional 5,28%. Sejak tahun 2011-2019 capaian TPT Sumsel selalu lebih baik dari Nasional.

IPM Sumsel sebesar 70,02 berada pada kategori tinggi (meningkat dari sebelumnya tahun 2018 masih kategori sedang sebesar 69,39), dengan laju pertumbuhan sebesar 0,63 diatas laju pertumbuhan Nasional yang sebesar 0,53.

“Angka Kemiskinan Sumsel sebesar 12,56% menurun dari tahun 2018 yaitu 12,82%. Angka ini masih lebih tinggi dibanding nasional yaitu 9,22%,” ungkap Deru.

Menurut Deru, dari capaian kinerja berdasarkan 4 (empat) prioritas pembangunan tahun 2019 yakni pembangunan manusia berkualitas dimana tahun 2019 Sumsel telah berhasil meningkatkan beberapa capaian indikator pembangunan manusia berkualitas seperti meningkatkan IPM, menurunkan angka kemiskinan dan menurunkan kesenjangan pendapatan masyarakat yang tergambar dari angka Gini Rasio. Termasuk pencapaian bidang pendidikan dan kesehatan.

Suasana Rapat Paripurna XIII “Vidcon” Agenda Pengantar LKPJ Gubernur Sumsel 2019. Senin 20 April 2020 di ruang Banggar. Foto : Humas

“Visi Sumsel Maju untuk semua pada prinsipnya dilakukan untuk mcmajukan seluruh wilayah di Sumsel dan mengurangi kesenjangan wilayah. Beberapa indikator yang mengambarkan berkurangan kesenjangan wilayah antara lain, pencapaian infiastuktur dasar pada sanitasi sebesar 83,02 %, air minum layak sebesar 80,37 %.

Sementara dilihat dari peningkatan jalan mantap Sumsel meningkat sangat signifikan pada tahun 2019. Jalan mantap provinsi di seluruh kabupaten/kota sebesar 1513,66 km dengan jalan mantap sebesar 79,17% (1.198,32 km), meningkat tajam dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 61,22 %,”  (ADV)