Hari Air Sedunia 2026, SSC Ajak Pelajar Garut Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

6.562 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) Tahun 2026, Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) menggelar kegiatan edukatif yang berlangsung di Lapang Harum Madu, Kampung Neglasari, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini menjadi ajakan bersama untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pentingnya menjaga air dan kelestarian alam.

Advertisement

Camat Bayongbong, Jeje Jenal Abidin, menyampaikan bahwa peringatan Hari Air Sedunia memiliki arti penting bagi Garut yang dikenal sebagai daerah agraris. Ia menegaskan, air menjadi penopang utama kehidupan warga, baik dalam sektor pertanian, perikanan, maupun kebutuhan sehari-hari.

“Air adalah faktor utama kehidupan masyarakat Kabupaten Garut. Karena itu kita harus menjaga kelestarian alam sebagai cadangan air dan bijak dalam menggunakannya,” ungkap Jeje.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menanam pohon serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya membangun ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

Apresiasi turut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi, yang menilai kegiatan SSC bersama Rentan DPC Kabupaten Garut sangat sejalan dengan tujuan pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan.

Menurutnya, program SSC perlu dikenalkan secara lebih luas kepada anak-anak sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMP, agar kesadaran menjaga alam dapat tertanam sejak dini.

“Program ini sangat baik apabila dikenalkan kepada anak sekolah, supaya sejak kecil mereka memahami pentingnya menjaga kelestarian alam dan bijak menggunakan air,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur SSC, Mulyono Kadafi, menjelaskan bahwa peringatan Hari Air Sedunia merupakan agenda rutin tahunan SSC. Ia mengingatkan bahwa air merupakan kebutuhan dasar seluruh makhluk hidup setelah oksigen.

Mulyono juga menerangkan bahwa pemilihan Lapang Harum Madu sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan, karena tempat tersebut telah disiapkan sebagai area pembibitan tanaman keras yang nantinya akan dipindahkan ke lahan tanam permanen.

Di akhir kegiatan, ia mengajak masyarakat Garut untuk terus menjaga ketersediaan air dengan memperkuat gerakan penanaman pohon serta penghijauan di berbagai wilayah.

Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh pihak untuk terus melakukan penghijauan, khususnya di lahan-lahan kritis, demi menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Garut.

Advertisement