Ismail Kejar Mimpi, Targetkan Guinnes Book of Record

11.387 dilihat

MUSI BANYUASIN, Buanaindonesia.com– Demi untuk mencapai ambisi mengukir namanya didunia dalam Guinnes book of record, pria bertubuh kecil asal kabupaten Indramayu propinsi Jawa Barat yang bernama Ismail, telah menjelajahi daerah-daerah di Indonesia mulai dari tahun 1989 dengan menggunakan sepeda ontel.

Kemarin (9/5) sekitar pukul 16.00 Wib, saat ditemui beberapa media saat Ismail berada di Bumi Serasan Sekate kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan yang saat itu sempat mengunjungi kantor dinas perkebunan Muba mengatakan telah menjelajahi beberapa kabupaten/kota di beberapa propinsi di Indonesia mulai dari Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Irian Jaya, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera  bahkan Timor-Timor dengan jumlah kabupaten kota yang telah dikunjungi 297 kabupaten/kota.

Advertisement

Selama bertualang dibeberapa kabupaten/kota dengan mengendarai sepeda ontelnya, Ismail mengaku banyak mengalami suka dan duka. Ismail pernah mengalami dihukum adat karena menabrak babi dan masuk hutan larangan di Irian Jaya, pernah terdampar di kepulauan Kei sebuah kepulauan kecil di Maluku, di sandera kelompok Fretellin Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan direndam dalam air selama tiga hari oleh suku asli daerah yang disinggahi, “Gigi depan saya sampai ompong karena dihajar pake popor oleh Fretellin,” ungkap Ismail.

Selain itu, pria yang bertubuh kecil dan mempunyai ciri khas humoris ini mengaku pernah dicegat dan sempat bersitegang dengan pihak GAM akibat ia mengibarkan bendera merah putih di sepedanya, “setelah melakukan negosiasi dengan pihak GAM akhirnya saya dapat melanjutkan perjalanan dengan syarat selain saya mengibarkan bendera merah putih juga harus mengibarkan bendera GAM” imbuh Ismail.

Sedangkan mengenai pengalaman yang terkesan selama perjalananan, selain dapat melihat keindahan dan keaneka ragaman budaya di Indonesia, juga pernah menerima penghargaan tertinggi di Indonesia bagian Timur yaitu berupa jamuan biologis ala suku yang diiringi musik seni budaya dan tarian daerah setempat oleh suku dani di Jaya Wijaya, Irian Jaya, jelas Ismail.

Menurut Ismail, hingga saat ini ia telah mengantongi 3.900.000 tanda tangan dan untuk mencapai target 5.000.000 tanda tangan, ia masih akan menyelusuri kurang lebih 200 kabupaten / kota dibeberapa propinsi lagi dengan waktu yang ditargetkan sampai dengan tahun 2014, dengan daerah tujuan terakhir adalah DKI Jakarta. (ch/bi)

Advertisement