BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA- Panti asuhan sebagai sebuah lembaga sosial mempunyai andil yang luar biasa untuk mengurangi pengangguran, dan pada akhirnya bisa membantu pemerintah mengurangi kemiskinan.
Sebab, panti asuhan, lewat pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang dilakukannya, dapat turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Tonton : Cara meningkatkan Penghasilan ala dr Sigit Setyawadi Sp. OG
Daftar Disini gratis
Demikian hal nya dengan Panti Asuhan At-Taqwa yang terletak di Kecamatan Babat Supat. Kabupaten Musi Banyuasin.
Menurut Nurhayati selaku ketua panti asuhan At-Taqwa, Awalnya yayasan itu bernama Yayasan At-Taqwa. berdiri sekitar tahun 1989,
kemudian pada tahun 2010 yayasan At-Taqwa berubah dengan nama yayasan Babat Hidayatullah dengan akte notaris tanggal 16 Pebruari 2010, yang diketuai oleh Ali Rahman dan Ishak DK selaku wakil ketua.
Sebelum perubahan nama, yayasan tersebut mendirikan panti asuhan dengan nama At-Taqwa yang berdiri pada tahun 2003.
Mau Ikutan Berpenghasilan 100 juta perbulan, ikuti Kulwa Bisnis Kuadran Kanan, Gratis… Daftar di sini.
Kemudian pada tahun 2011, panti diserahkan kepada Nurhayati selaku ketua panti asuhan At-Taqwa yang ditetapkan langsung oleh ketua yayasan Ali Rahman dengan nomor 30/YBH/BBA/VII/2011, hingga kini.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pengurus yayasan dan dukungan dari berbagai pihak, kini Yayasan Babat Hidayatullah sudah memiliki 6 lokal gedung sekolah yang digunakan untuk Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Al-Misti, 8 lokal asrama putra, 8 lokal asrama putri, 1 unit dapur lengkap dengan peralatan, 3 lokal gedung TK yang diberi nama TK Al-Amanah, 1 unit gudang, 1 buah masjid permanent dengan ukuran 15x15m, dan 2 unit rumah milik yayasan” ungkap Nurhayati
Baca juga : Shalat Malam Adalah Shalanya Para Nabi & Rasul
Hingga kini menurut Nurhayati, untuk kegiatan operasional panti didapat dari bantuan rutin pemerintah daerah kabupaten Musi Banyuasin, bantuan rutin propinsi Sumatera Selatan melalui dinas sosial serta donatur yang berasal dari masyarakat sekitar panti dan kecamatan Betung.
Sedangkan untuk anak panti sendiri saat ini berjumlah 33 orang, terdiri 17 orang perempuan dan 16 orang laki-laki. Yang kesemuanya berasal dari anak yatim, piatu, dan anak terlantar dari lingkungan kabupaten Musi Banyuasin
Menutup pembicaraanya, Nurhayati mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangsihnya kepada anak-anak panti asuhan At-Taqwa, sehingga anak-anak tersebut juga dapat menikmati kehidupan layaknya anak-anak lainnya.







