
BANYUASIN, Buana Indonesia– Pasien rawat inap rumah sakit umum daerah (RSUD) Banyuasin banyak yang mengeluh karna kesulitan mendapatkan suplai air bersih sehingga mereka susah untuk mandi dan cuci kakus (MCK).
Asma (45) pasien rawat inap RSUD Banyuasin, Selasa (25/3) mengatakan, bahwa dirinya sangat tersiksa dengan ketiadaan air. Apalagi terhadap dirrinya yang menderita muntahber sehingga sering ke kamar kecil. “Penyakit muntaber itu, nak wc terus tapi, katek air. Tepakso aku pake air mineral untuk cebok,”ungkapnya.
Asmadi (53) keluarga pasien, mereka maklum dengan kondisi rumah sakit yang dari dulu bermasalah dengan air. Tapi hendaknya, ada pemberitahuan kepada pasien, agar bisa mempersiapkan diri. “Saya siap membantu, kebetulan kami ada mobil tangki untuk mengangkut,” katanya.
Sementara itu Andi (32) keluarga pasien sal anak mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air mereka harus membeli dengan penduduk di sekitar lingkunga rumah sakit “Satu emeber kecil air sumur di hargai, Rp 2000,” katanya.
Direktur RSUD Banyuasin Dr Eka Mutika membenarkan,mengenai kelangkaan air di kamar mandi pasien. Namun dia menyangkal, kalau kesulitan air sudah dialami salami tiga hari. “Memang air ledeng tidak masuk, tapi baru sehari,” katanya.
Eka Mutika pun mengakui kondisi kesulitan air sangat tidak boleh dialami di lingkungan rumah sakit . Karena berhubungan dengen kebersihan dan kesehatan pasien.”Rumah sakit tanpa air, bisa kiamat, tapi beginilah permasalahanya. PDAM tidak hidup, sementara pesanan air tangki lama,” jelasnya.
Dijelaskannya pula kejadian kelangkaan air juga pernah terjadi di RSUD. Untuk suplai air ke pasien RSUD terpaksa membeli air tangki dari PDAM RP 75 ribu dan air tanki dari wilayah Kelurahan Sukomoro Rp 200 ribu. Namun pembelian air terkendala dengan pengiriman mulai dari menunggu antrian dan keterbatasan stok “Kalau ke PDAM stok airnya habis , sementara ke swasta harus menunggu antrian antar,”katanya
Untuk mencarikan solusi pasokan air MCK , RSUD berencana membuat sumur bor, tapi masih terkendala . Berdasarkan penelitian para ahli, lokasi RSUD tidak cocok dibuat sumur bor. “Kami cuma mengharapkan Suplai dari air dari PDAM, Untuk itulah PDAM diminta bisa layanan air ke RSUD Banyuasin,”katanya (BI)







