Pekan Pemungutan dan Pelunasan PBB-P2 2018 Resmi Dibuka Penjabat Bupati Muara Enim

16.437 dilihat

BUANAINDONESI.CO.ID, MUARA ENIM – Penjabat Bupati Muara Enim Teddy Meilwansyah S STP MM membuka secara resmi Pekan Pemungutan dan Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2018, bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Lubai, Muara Enim, Kamis (02/08/2018).

Pejabat Bupati Muara Enim Teddy Meilwansyah saat menyerahkan. Penghargaan kepada kecamatan dengan pembayaran PBB-P2 Terbaik
Pejabat Bupati Muara Enim Teddy Meilwansyah menyerahkan Penghargaan kepada kecamatan dengan pembayaran PBB-P2 Terbaik

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Muara Enim Teddy Meilwansyah S STP MM mengatakan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak yang dipungut atas tanah dan bangunan, karena adanya keuntungan. Atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik bagi orang atau badan yang mempunyai suatu hak atasnya atau memperoleh manfaat dari padanya.

Advertisement

“Pemkab Muara Enim melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah berperan aktif dalam meningkatkan antusias masyarakat untuk membayar pajak. Salah satunya dengan menggunakan metode mobile maupun menjemput bola dengan datang langsung menemui warga,” tutur Teddy.

Pejabat Bupati Muara Enim Teddy Meilwansyah tiba di acara pekan PBB-P2. Dengan disambut antusias warga
Pejabat Bupati Muara Enim Teddy Meilwansyah tiba di acara pekan PBB-P2. Dengan disambut antusias warga

Teddy menerangkan, dengan berlakunya undang-undang nomor 28 tahun 2007 tentang Pajak dan Retribusi PBB-P2 telah diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.

Sedangkan PBB sektor Pertambangan, Perhutanan, dan Perkebunan (PBB-P3), jelas Teddy, masih berada dibawah kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak.

Pejabat Bupati Muara Enim Teddy Meilwansyah pose bersama
Pejabat Bupati Muara Enim Teddy Meilwansyah pose bersama

Selain pembangunan daerah melalui sektor pajak, lanjut Teddy, Pemkab Muara Enim mengelola aset daerah lainnya untuk bisa menggerakkan perekonomian diantaranya, pengelolaan tambang yang berada di Tanjung Enim.

“Kita juga mewacanakan agar kota Tanjung Enim sebagai Kota Destinasi Wisata tambang, seperti halnya Banyuwangi dan Sawahlunto, sehinggaa melalui sektor ini pajak juga dapat mengalir”, ucap Teddy.

Pejabat Bupati Muaraenim Yedi Meilwansyah pose bersama
Pejabat Bupati Muaraenim Yedi Meilwansyah pose bersama

Teddy menambahkan, dengan dijadikannya Kota Tanjung Enim sebagai destinasi wisata, selain dapat menjadi penggerak perekonomian kabupaten, Juga dapat menjadi objek wisata yang bisa dinikmati untuk generasi berikutnya. (Adv Humas Pemkab Muara Enim)

Advertisement