Pemkab Garut Perkuat Akses Pangan Murah dan Dorong Produk Lokal Menjelang Idul Adha

629 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID,  GARUT  – Pemerintah Kabupaten Garut terus berupaya menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (22/5/2026).

Advertisement

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, hadir langsung meninjau kegiatan tersebut sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Dalam kesempatan itu, Bupati Garut mengapresiasi langkah DKP yang mempertemukan pelaku usaha pangan dengan masyarakat secara langsung. Menurutnya, banyak pelaku usaha lokal di Garut kini mulai berkembang dengan menghadirkan produk olahan bernilai tambah, tidak hanya menjual hasil panen mentah.

Ia mencontohkan sejumlah produk olahan seperti minyak bawang, olahan cabai, hingga produk peternakan yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah. Pemerintah daerah pun berkomitmen memperluas penyerapan produk lokal, termasuk untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain penguatan produksi, Abdusy Syakur Amin juga menekankan pentingnya promosi produk pangan lokal melalui berbagai kegiatan daerah. Ia meminta agar setiap agenda besar, baik event budaya maupun olahraga, menyediakan ruang khusus bagi UMKM pangan agar produk lokal semakin dikenal masyarakat dan dapat menjadi oleh-oleh khas Garut.

Tak hanya itu, Bupati Garut juga mengingatkan seluruh pihak terkait, khususnya dalam pelaksanaan MBG, agar terus memperkuat koordinasi dan menjaga kelancaran distribusi pangan demi pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Yani Yuliani, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi serta menjaga daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Ia menyebutkan, stok pangan di Kabupaten Garut hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi. DKP pun rutin menyediakan sekitar 3,5 ton komoditas pangan dengan harga di bawah pasar karena pasokan diperoleh langsung dari pelaku usaha serta bekerja sama dengan Perum Bulog.

Menurut Yani, antusiasme pelaku usaha pangan olahan dalam kegiatan ini cukup tinggi. Hal tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperluas promosi dan pemasaran produk pangan lokal agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dalam Gerakan Pangan Murah kali ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, di antaranya tepung terigu Rp11 ribu, gula pasir Rp18 ribu, telur ayam ras Rp27 ribu, daging ayam ras Rp35 ribu, minyak goreng Rp19 ribu, hingga beras premium Rp15 ribu per kilogram. Selain itu tersedia pula aneka produk olahan pangan lokal, hasil peternakan, perikanan, serta paket sayuran murah untuk masyarakat.

Advertisement