PMK Terkendali, Kasus Luar Biasa PMK Di Garut Turun Ke Level 1

5.015 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Hasil uji menyeluruh terhadap hewan sapi yang di duga mengidap penyakit Mulut dan Kuku atau Foot and Mouth Disease (FMD) ternyata tidak semuanya positif terinspeksi.

Seperti yang disampaikan Bupati Garut H Rudy Gunawan saat pertemuannya dengan Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat bapak Moehamad Arifin Soenjaya dan kepala Balai Karantina Veteriner subang Dirjen peternakan dan kesehatan hewan kementerian pertanian bapak Sodirun, ditemukan bahwa sapi yang positif mengidap PMK sesuai hasil lab test PCR hanya 30 ekor dari sekitar 330 sapi yang terkonfirmasi dan 1100 yang terduga terindikasi PMK, bahkan tingkat penyembuhan hari ini sudah meningkat hampir 150 ekor sapi.

Advertisement

” Kami sampaikan tadi ke Pak Menteri bahwa penanganan PMK itu sudah terkendali, kami sudah memberikan data, jadi kemarin kita menyatakan kejadian luar biasa PMK, untuk saat ini sudah bisa terkendali , kita menurunkan dari level kejadian luar biasa menjadi Siaga Satu, tetapi penanganannya tetap harus dengan semangat, kejadian ini bisa terkendali dengan cepat berkat petugas – petugas Dinas Peternakan Garut yang di bantu oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat” kata Bupati Garut. Selasa 24 Mei 2022.

Masih kata Bupati, Suport juga telah diberikan oleh Pemprov Jabar kepada pemerintah daerah Garut untuk penanganan PMK saat ini, dengan bantuan obat – obatan, APD , serta sumber daya manusia yang kurang seperti dokter hewan dan tenaga ahli lainnya.

” Bersama dokter hewan yang ada di kabupaten Garut, karena di sini dokternya baru ada enam, kami turunkan semua dibantu paramedik Veterina berjumlah 18 orang.

” Jadi mulai besok status kejadian luar biasa PMK sudah bisa terkendali, ini sudah dikoordinasikan juga dengan Kepala Dinas Peternakan provinsi Jawa Barat, dan dari Dirjen Peternakan Balai Veteriner Subang, tetapi tetap kewaspadaan untuk itu tetap kita lakukan, juga kepada masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila ada kejadian baru indikasi adanya PMK” ujar Bupati.

Sementara itu M Arifin menyatakan, dengan kondisi yang ada, Pemprov Jabar mensuport kebutuhan guna penanganan PMK di kabupaten Garut.

” Dengan stok yang ada karena anggaran BTT provinsi belum turun , stok yang ada karena kabupaten Garut menjadi priorotas maka kita turunkan bantuan ke Garut, sudah dua kali kita turunkan bantuan ke Garut baik obat – obatan, APD maupun dokter hewan yang ada sudah kita turunkan di dua kecamatan, nanti akan kita turunkan lagi, kemarin 8 orang dibagi 2 tim” tutur Arifin.

Nantinya lanjut Arifin, apabila obat – obatan sudah tersedia kembali, secepatnya akan segera dikirimkan ke kabupaten Garut.

” Karena dengan memberikan pengobatan , tingkat penyembuhan PMK akan cepat, dan perlu diketahui bahwa PMK bisa disembuhkan, posisi nya untuk saat ini di kabupaten Garut aman, tinggal kesembuhannya itu di laporkan ke sistem informasi kesehatan nasional , dan selanjutnya kita terus pantau tingkat kesembuhannya PMK yang ada di Garut, saya yakin karena belum update saja” terangnya.

Hal yang sama disampaikan Sodirun dari Balai Veteriner Subang, penanganan kasus PMK di Garut sangat responsif, sejak adanya pelaporan kasus PMK.

” Kami langsung mengambil sample melakukan pengujian PCR pada ternak sapi, domba hasilnya langsung keluar sebagai dasar Dinas untuk melakukan proses pencegahan dan memperingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pemindahan hewan dan kewaspadaan” ucap Sodirun.

Advertisement