
BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Koalisi PPP, Golkar, Nasdem, dan PKB di tingkat Provinsi Jawa Barat untuk mengusung Ridwan Kamil menjadi gubernur nampaknya mulai berdampak ke daerah. Di Kota Bogor, PPP dan Golkar mulai melakukan penjajakan menuju Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Juni 2018 mendatang.
Proses penjajakan dilakukan jajaran ketua dan pengurus PPP dan Golkar melalui sebuah pertemuan dan silaturahmi di sebuah cafe, di Kota Bogor, Selasa 14 November 2017.
Dalam kesempatan ini, Ketua DPC PPP Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengatakan, koalisi Pilgub Jabar berpeluang besar berlanjut ke Pilwalkot Bogor.
“Pertemuan parpol antara PPP dan Golkar ini memang belum pernah dilaksanakan, sehingga hari ini dilakukan pertemuan menindaklanjuti adanya koalisi Pilgub Jabar. Hasil koalisi Pilgub Jabar harus disikapi serius di Kota Bogor. Kalaupun nanti ditakdirkan berkoalisi antara PPP dan Golkar untuk Pilwalkot Bogor, maka akan lebih mudah karena sudah terbangun komunikasi. Namun mengenai koalisi di Kota Bogor belum bisa dipastikan karena PPP juga masih membangun komunikasi dengan partai lain di Kota Bogor ini,” katanya.
Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Tauhid J Tagor, mengatakan hal serupa. Menurutnya, koalisi di tingkat provinsi harus disikapi dan diperkuat oleh daerah, terutama di Kota Bogor yang sama-sama akan menggelar Pilkada serentak dengan Pilgub Jabar.
“Lebih enak apabila nanti di Pilwalkot Bogor terjadi akselerasi antara Jawa Barat dan Kota Bogor. Pilkada nanti akan serentak dan bersamaan, jadi apabila paketnya sama, maka akan memudahkan dalam perjuangan Pilkada nanti. Kita menjaga kondusifitas Kota Bogor menjelang Pilwalkot dan Pilgub Jabar, sehingga komunikasi politik antar parpol koalisi kita bangun terus menerus,” ungkapnya.
Kemungkinan lainnya, kata Tauhid, bisa saja Golkar dan PPP bergabung dengan petahana (Bima Arya Sugiarto, red) atau sebaliknya head to head dengan petahana.
“Kami berpeluang besar berkoalisi dengan petahana, nanti untuk posisi F1 dan F2 tinggal dibicarakan,” imbuhnya.









