Rumaksa Manjang Waluya Perkuat Kedekatan Pejabat dan Warga, Ekonomi Desa Mekarsari Ikut Terdorong

2.924 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut menggelar program Rumaksa Manjang Waluya di Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui berbagai agenda pelayanan dan pemberdayaan. 

Advertisement

Kegiatan diawali dengan pelayanan administrasi bagi warga, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa dan salat tarawih bersama. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina, beserta jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan pejabat administrator di lingkungan Pemkab Garut.

Program ini memiliki konsep unik, yakni para pejabat diwajibkan bermalam di rumah warga kurang mampu. Kebijakan tersebut diharapkan mampu membangun empati serta membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat mengenai kebutuhan dan harapan mereka.

Selain itu, selama berada di desa, para pejabat menggunakan jasa ojek pangkalan sebagai sarana transportasi. Langkah ini memberi dampak ekonomi langsung bagi pengemudi ojek setempat. Kebutuhan konsumsi pun sepenuhnya dipasok oleh pelaku UMKM dan warung lokal, sehingga roda perekonomian desa bergerak lebih aktif.

Dalam sambutannya, Bupati Garut menilai program ini sebagai inovasi dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan potensi Desa Wisata Mekarsari melalui peningkatan kebersihan lingkungan, penguatan produk unggulan seperti kerajinan sangkar burung khas Selaawi, sikap ramah terhadap wisatawan, serta jaminan keamanan bagi pengunjung.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari Ajie Nugraha menjelaskan bahwa Festival Kohkol yang menjadi puncak kegiatan merupakan hasil pengembangan dari ide sederhana saat perayaan milangkala desa tahun lalu. Festival tersebut kini melibatkan sembilan RW dan menjadi simbol semangat gotong royong serta kreativitas warga.

Ia menambahkan, kegiatan ini memberikan dampak ekonomi yang cepat dirasakan masyarakat, mulai dari meningkatnya penjualan kuliner, penyewaan rumah sebagai homestay, produksi kohkol dan obor, hingga bertambahnya pendapatan ojek pangkalan. Menurutnya, kehadiran para pejabat yang menginap di desa menjadi peristiwa bersejarah bagi warga Mekarsari.

Advertisement