BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN- Langkah ringan Nabila Askolani Putri menyusuri Ballroom The Sultan Convention Center, Sabtu pagi itu, menyimpan sebuah asa besar bagi masa depan generasi muda di Bumi Sedulang Setudung. Bunda Literasi Kabupaten Banyuasin ini hadir di tengah riuhnya Festival Literasi Sumatera Selatan dengan satu keyakinan mendalam bahwa buku dan budaya lokal adalah dua hal yang tidak boleh terpisahkan.
Mengenakan busana anggun selaras dengan nuansa acara bertema “Literasi Mengakar, Peradaban Sumsel Bersinar”, kehadirannya bersama jajaran Kepala DKP, Plt. Sekdis Kominfo-SP, serta pengurus PKK bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap denyut nadi pendidikan dan kecintaan masyarakat pada tanah kelahiran.
Suasana hangat langsung terasa tatkala Nabila berbagi pandangan mengenai arti penting membaca di era digital yang bergerak tanpa rem. Di hadapan para pelajar, mahasiswa, dan pegiat literasi yang memenuhi ruangan, ia menegaskan bahwa gawai canggih di tangan anak-anak muda harus menjadi jendela dunia, bukan justru menjauhkan mereka dari identitas asalnya.
Menurutnya, literasi melampaui batas huruf dan angka; ia adalah jembatan pembentuk karakter yang membuat seseorang tetap berpijak kuat pada akar budaya daerah meski berdiri di panggung global. Semangat inilah yang terus ia bawa untuk merangkul anak-anak muda Banyuasin agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, adaptif, namun tetap berakar kuat pada tradisi leluhur.
Kehadiran para tokoh penting pada hari itu semakin menegaskan bahwa gerakan literasi di Sumatera Selatan tengah berada di momentum terbaiknya. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI, Dr. Adin Bondar Pasaribu, S.Sos., M.Si., memastikan komitmen penuh pemerintah pusat dalam mendukung perpustakaan daerah, baik dari segi fasilitas fisik maupun program pemberdayaan.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan apresiasi tinggi kepada para penggerak literasi—mulai dari duta, bunda, hingga bapak literasi—yang tanpa kenal lelah menjadi teladan di tengah masyarakat. Terlebih, semangat kolektif ini baru saja berbuah manis tatkala Pemprov Sumsel sukses menyabet Penghargaan Financial Literacy Award (FLA) 2026 dari OJK sekaligus menduduki Peringkat ke-3 Nasional Gemar Membaca.
Dari panggung festival yang meriah ini, sebuah harapan besar kini disematkan: agar setiap lembar buku yang dibaca anak-anak Banyuasin dan Sumsel mampu menjelma menjadi nyala pelita yang menerangi peradaban masa depan tanpa pernah kehilangan arah pulang ke rumah budaya mereka sendiri.








