18 Hari Usai Kejadian, Pembunuh Remaja di Palembang Diciduk

17.187 dibaca
Tersangka Ariansyah alias Ari (26). Pelaku perampokan disertai pembunuhan.
Tersangka Ariansyah alias Ari (26). Pelaku perampokan disertai pembunuhan.
Tersangka Ariansyah alias Ari (26). Pelaku perampokan disertai pembunuhan.

PALEMBANG, Buanaindonesia.com-Setelah melalui penyelidikan panjang selama 18 hari, pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap Rahman Della (19), remaja yang tinggal di Jalan Sukabangun II, Kecamatan Sukarami, Palembang, Kamis (9/7) lalu, akhirnya terungkap. Pelaku tak lain adalah keluarga dekat korban bernama Ariansyah alias Ari (26).

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Suryadi mengungkapkan, pelaku diciduk di rumahnya di kawasan Jakabaring Palembang ketika baru pulang mengajar di SMAN Sumsel, Senin (27/7) sore. Penangkapan ini berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku beberapa waktu yang lalu.

Advertisement

“Pelaku sore kemarin kita tangkap. Dia mengakui pelaku perampok dan pembunuhan terhadap korban,” ungkap Suryadi, Selasa (28/7).

Menurut dia, pelaku masih keluarga dekat korban. Motif pembunuhan sadis itu dilatarbelakangi pencurian. Pelaku kepergok saat beraksi dan membunuh dengan cara menggorok leher korban.

“Motifnya pencurian, karena kepergok langsung membunuh korban,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi saat korban masih tertidur di kamarnya di rumah orangtua angkatnya di Jalan Sukabangun II, Kecamatan Sukarami, Palembang, Kamis (9/7) pagi. Saat kejadian ibu angkat korban, Masito (52) sedang bekerja. Sementara pintu rumahnya tidak terkunci.

Diduga, korban yang baru lulus Madrasah Aliah Negeri (MAN) II Palembang itu, terbangun begitu melihat pelaku yang diperkirakan masuk ke rumahnya. Sial, pelaku keburu masuk ke kamarnya yang langsung menghujani korban dengan dua tusukan di kepala bagian belakang dan menggorok lehernya. Saat ditemukan, korban sudah tewas berlumuran darah di atas tempat tidurnya.

Saat olah TKP, polisi menemukan sidik jari pelaku dan sebilah pisau dapur yang tergeletak di samping jasad korban. Polisi menduga, korban tewas usai memergoki pelaku yang merampok rumahnya. Sebab, ditemukan ada beberapa tempat yang berantakan dan handphone korban ikut hilang. Para pelaku masuk dengan leluasa ke rumah karena pintu tidak terkunci. (Erwan – Ward)

Bagaimana Menurut Anda?