2 Tahun Jadi Kurir Sabu Cuma Mampu Beli Motor Seken

10.014 dibaca
Tersangka dan barang bukti sabu, Kamis, 25 Juni 2015
Tersangka dan barang bukti sabu, Kamis, 25 Juni 2015
Tersangka dan barang bukti sabu, Kamis, 25 Juni 2015

PALEMBANG,Buanaindonesia.com-Meski sudah menggeluti bisnis sabu beromzet ratusan juta rupiah, nasib Helmi bin Sarjak (28), tak sebagus total pendapatannya. Selama menjadi kurir, bujangan ini tetap menjadi kuli bangunan dan hanya mampu membeli satu unit sepeda motor seken dari usaha haram itu.

Sialnya, bukannya menjadi kaya, warga Jalan KH Azhari, Kelurahan 10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, itu justru mendekam di tahanan Mapolda Sumsel usai digerebek polisi di rumahnya, Rabu (25/6). Polisi menemukan barang bukti sebanyak setengah ons sabu yang disimpan di bawah karpet rumah orang tuanya.

Advertisement

Kepada petugas, tersangka Helmi mengaku sudah dua tahun menjadi kurir sabu. Pemilik sabu itu sendiri adalah pamannya sendiri berinisial AZ alias Gong (DPO). Omzet bisnis sabu mereka mencapai ratusan juta per bulan. Helmi sendiri mendapat upah berkisar Rp 5 juta per bulan.

“Sudah dua tahun jadi kurir. Sabu itu punya paman sendiri,” ungkap tersangka Helmi di Mapolda Sumsel, Kamis (25/6).

Meski pendapatannya dari usaha sabu itu tergolong besar, namun barang yang baru bisa dibeli hanya satu unit sepeda motor. Itu pun kondisinya seken dengan harga Rp 3 juta.

“Duit untungnya diputar lagi buat nambahin modal paman, makanya saya cuma bisa beli motor seken. Saya juga masih buruh bangunan,” ujarnya.

Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel AKBP Syahril Musa mengungkapkan, tersangka Helmi sudah lama menjadi target operasi. Namun, tersangka terbilang lihai mengelabui petugas saat penangkapan.

“Tersangka adalah jaringan bandar narkoba yang lumayan besar di Palembang. Terus kita kembangkan untuk tangkap bandarnya,” pungkasnya. (Erwan – Ward)

Bagaimana Menurut Anda?