4 Polisi Gadungan Peras TNI Penikmat Sabu Hingga Rp 120 Juta

10.022 dibaca
Ilustrasi - Foto : Internet
Ilustrasi - Foto : Internet
Ilustrasi – Foto : Internet

PALEMBANG,Buanaindonesia.com-Hanya bermodalkan sepucuk air softgun, empat polisi gadungan berhasil memeras dua warga yang sedang berpesta sabu di sebuah hotel di Palembang untuk memberikan uang hingga Rp 120 juta. Tragisnya, satu korban dikabarkan adalah anggota TNI Angkatan Darat (AD).

Peristiwa itu terjadi di sebuah kamar hotel di kawasan Sukarami Palembang, Kamis (28/6) malam. Barulah, keesokan harinya, Jumat (29/6) pagi, satu dari empat tersangka berhasil dibekuk atas nama Dio, beto, cs aman alias Dio (25).

Advertisement

Informasi yang dihimpun, tersangka Dio bersama tiga pelaku lain memeras seorang warga sipil bernama Edo Anugerah (25). Dio mengaku sebagai anggota Dit Intelkam Polda Sumsel, satu bertugas di Mabes Polri, dan dua lainnya di Reskrim Polresta Palembang.

Saat itu, korban tengah berada di sebuah kamar hotel bersama rekannya yang dikabarkan anggota TNI AD yang bertugas di Makodam II Sriwijaya. Para pelaku meminta korban membuka pintu sambil menodongkan sepucuk air softgun. Kemudian, pelaku menggeledah layaknya anggota polisi asli. Mereka menemukan alat hisap sabu di kamar.

Mendapati temuan tersebut, kedua korban diajak ke mobil dan diminta uang Rp 120 juta agar kasusnya tidak berujung di penjara. Takut dengan ancaman, Edo dan anggota TNI tersebut memberikan menyanggupi Rp 100 juta.

Keesokan harinya, korban mengajak para pelaku untuk memberikan uang tersebut. Di TKP, sejumlah anggota Paminal Polda Sumsel yang menerima laporan dari korban, sudah mengintai. Akhirnya, tersangka Dio berhasil diamankan sementara tiga lainnya melarikan diri.

“Modusnya menggeledah kamar korbannya dan memeras sejumlah uang agar tidak dipenjara. Ke empat pelaku ternyata polisi gadungan,” ungkap Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Irsan Sinuhaji, Selasa (7/7).

Dijelaskan, anak buahnya masih mengembangkan kasus ini dengan mencari tiga rekan Dio yang masih lidik.

“Kita belum tahu apakah para pelaku menjadi spesialis pemeras atau tidak,” terangnya. (Erw-Ward)

Bagaimana Menurut Anda?