50 Petani Kelapa Sawit Ikuti Pelatihan di Unsri

12.348 dibaca

BUANASUMSEL.COM, MUSI RAWAS -Sebanyak 50 orang petani kelapa sawit (KS) diwilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura) akan mengikuti pelatihan di Universitas Sriwijaya. Prihal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Slamet, saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus dewan pimpinan  daerah asosiasi petani kelapa sawit seindonesia DPD apkasindo Kabupaten Mura periode 2016-2021 di Hotel Hakmas Taba. Rabu (8/2/17).

Menunurut H. Slamet,  pelatihan tersebut penting mengingat saat ini masih kurang begitu pahamnya para petani kelapa sawit tentang hukum, terkait perkembangan perkebunan, terkhusus untuk daerah-daerah terpencil.

Advertisement

“Itu untuk memberikan pembelajaran kepada petani kelapa sawit khususnya terkait masalah hukum perluasan areal kebun,” kata H Slamet

Lebih lanjut  ia mengatakan, jumlah yang akan diikuti sertakan dalam pelatihan tersebut diharuskan mewakili seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Mura. Sehingga kedepan, seusai mengikuti pelatihan, mereka diharapkan mampu memberikan pemahaman dan pembelajaran kepada para petani kelapa sawit diwilayah masing-masing.

“Jadi seluruh kecamatan itu akan mengirim perwakilannya. Karena dengan adanya perwakilan dimasing-masing kecamatan, nantinya akan ada ahli dibidang kelapa sawit disetiap kecamatan,” jelasnya.

Dijelaskanya juga, jika  ke 50 orang petani tersebut yang dijadwalkan akan berangkat pada 20 Febuari mendatang. Dan dari 50 peserta yang telah ditetapkan diharapkan tidak ada kesalahan dalam pengetikan baik nama, dan nama bank serta tidak ada pergantian.

“Pengalama dari sebelumnya itu di Musi Banyu Asin kemarin ada 9 nama peserta yang diganti, sehingga ada penunggakan. Jadi untuk tahun ini jangan sampai ada lagi, karena karena akan repot dalam pengurusannya,”ungkapnya.

Selama mengikuti pelatihan tersebut sambung ia, dimana peserta akan mengikutinya selama enam hari dan akan didampingi langsung oleh DPW Provinsi Sumsel , serta mendapatkan jaket, tas dan modul-modul yang mana semuanya untuk perbaikan terkait penanaman sawit didaerah masing-masing.

“Dalam pelatihan tersebut akan diberikan pemahaman pelajaran, tak hanya bapak, namun ibu juga boleh, kerena mereka juga memiliki ahli tersendiri,” ungkapnya lagi.

Tak hanya itu, dalam program selanjutnya setiap kabupaten wajib mengirimkan pesertanya untuk gelombang kedua. Hal tersebut dirasa penting bagi petani kelapa sawit terkhususnya di Sumsel dan DPW serta DPD masing-masing. Dengan adanya kesempatantersebut diharapkan dapat digunakan dengan baik dipahami dan dihayati dengan benar.

“Karena perbandingan antara sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan akan terlihat jauh berbeda, akan dengan mudah memahami mana bibit kelapa sawit yang bagus dan yang jelek dan tidak jelas asalnya atau abal-abalan,” ujarnya.

Ditambahkannya, tak hanya sebatas itu, untuk mempertahankan sawit bisa berkelanjutan sehingga bisa bertahan ratusan tahun. BPD juga akan memberikan hibah sebesar Rp25 juta perhektar. Namun saat ini itu masih menunggu dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) atau Kepres ini juga kan menambah wawasan semuanya. “Pada saatnya nati harus sowan ke Bupati untuk mengenalkan diri dan SKPD yang terkait, untuk minta arahan karena sinergi inilah yang akan membawa keberhasilan. Sehingga SKPD terkait, nanti akan mengumpulkan petani sawit untuk membuat kelompok tani. Sehingga semangat petani untuk memperluas kebunnya,” tutupnya.

Editor : Cepi

Bagaimana Menurut Anda?