Tingkat SDM, TP PKK Muara Enim Kunjungi Surabaya

10.203 dibaca

MUARAENIM, Buanaindonesia.com – Sebagai upaya dalam pengembangan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), sejumlah TP PKK perwakilan dari 20 Kecamatan di Kabupaten Muara Enim berkunjung ke Kota Surabaya Jawa Timur.

IMG_20151019_211421‎Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim Hj Shinta Muzakir,SH.M.Hum didampingi Sekretaris I Dra Hj Herlina mengatakan, Tinjauan TP PKK se Kabupaten ke Surabaya dalam rangka Program kerja TP PKK tahun 2015.

Advertisement

“Ya berbagai hasil perlombaan program Kerja TP PKK se Kabupaten Muara Enim meliputi Lomba Lansia, masakan Menu Serba Ikan, olahan bahan mentah menjadi bahan jadi serta lomba lainnya, sebagai upaya pengembangan  SDM maka,” ucap Herlina, Senin (19/10/2015).

Dikatakan Herlina, bahwa selain kunjungan Ke Tristar Culiner Institute. Tim nya juga melakukan kunjungan ke International Business School IBS Surabaya serta melihat dari dekat Masjid Muhammad Cheng Hoo, sehingga dari upaya sharring ini dapat menjadi tolok ukur pengembangan yang telah dilakukan untuk diimplentasikan di kecamatan, desa dan kelurahan masing masing.

“Tristar Culiner Institute merupakan sarana Pendidikan jurusan Tataboga dan Patiseri yang terletak di jalan Raya Jemursari Surabaya disana TP PKK di bekali berbagai informasi hasil kerja dan berbagai produk tataboga sekaligus berbagai Seni kuliner,” ungkap Herlina.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul Nesti Senen, S.IP menambahkan, Bahwa upaya pengembangan melalui berbagi ilmu dengan berbagai sumber yang ada disana merupakan langkah positif bagi kemajuan PKK yang ada di kabupaten ini.

“Kita sudah berprestasi, tinggal lagi bagaimana pengembangan prestasi ini sendiri, kalaupun tidak sama dengan pesatnya TP PKK yang ada di pulau jawa, namun setidaknya kita punya langkah inovatif yang dapat kita perbuat dan tentu harus didukung oleh semua pihak,”ungkapnya.

Ditambahkan Nesti, bahwa di Kecamatan Lawang Kidul ada produk makanan ringan seperti keripik pangsit yang sudah dikenal, tinggal bagaimana keterlibatan dari Disperindag Kabupaten dapat bersinergis dengan Disperindag Provinsi dalam upaya mengembangkan produk daerah sehingga dapat menjadi bagian andalan menu produk PPK Provinsi Sumsel di tingkatan yang lebih tinggi,” pungkas Nesti.

Editor : Juan

Bagaimana Menurut Anda?