JAKARTA, Buanaindonesia.com– Kehadiran Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma dalam kampanye akbar partai Gerindra beberapa waktu lau sekaligus pernyataan sikapnya mendukung Prabowo Subianto menuai konflik didalam internal partai berlambang kabah,
Akibatnya Ketua Majelis Syariah DPP PPP Maimoen Zubeir meminta kepada Seluruh unsur fungsionaris dan elite PPP untuk mematuhi hasil keputusan yang diambil di dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II DPP PPP pada 7-9 Februari 2014. Mukernas II tersebut membahas mekanisme koalisi yang akan dijalin oleh PPP dalam Pemilu 2014
Maimoen Zubeir menilai pernyataan Ketua Umum PPP itu hanya sepihak .
“Penentuan koalisi harus ditetapkan melalui rapimnas sebagaimana amanat Mukernas II,” kata Ketua Majelis Syariah DPP PPP Maimoen Zubeir Maimoen saat memberikan pernyataan sikap dalam rapat pleno di kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa (22/4/2014). Seperti dikutif kompas.com
Dikatakannya Mukernas yang diadakan di Bandung tersebut memutuskan bahwa PPP akan menjalin komunikasi politik dengan delapan bakal capres yang ada.
“Dari delapan nama itu, tidak ada nama Prabowo Subianto bakal calon presiden dari Partai Gerindra” ucapnya
Maimoen menambahkan, penentuan dukungan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden harus ditetapkan di dalam rapat pimpinan nasional (rapimnas) sebagaimana diamanatkan dalam Mukernas II. “PPP juga belum menentukan calon presiden dan calon wakil presiden,” ujarnya.







