Harga Karet Masih Murah, Petani Makin Lesu

16.054 dibaca

MUARA ENIM, Buanaindonesia.com- Harapan para petani di Kecamatan Tanjung Agung dan Lawang Kidul agar harga karet dinaikkan sulit terwujud. Pada awal 2016 ini, harga karet masih dikisaran Rp4 ribu sampai Rp5 ribu per kilogram. Tidak jauh berbeda dengan harga karet tahun-tahun sebelumnya. Petani karet di wilayah itu mulai lesu karena hasil panen satu kilogram tidak cukup untuk membeli beras.

Seperti dialami petani karet di Desa Tanjung Agung, Dinata (50), dia mengeluhkan harga karet yang murah sejak beberapa tahun ini, dan sampai sekarang tidak ada kenaikan sama sekali.

Advertisement

“Saya tidak tahu apa yang mesti ditanam. Semua hasil petani disini murah, dan tidak ada untungnya lagi sekali panen. Baik itu karet, sawit, maupun kopi,”tutur Dinata, Senin (4/1/2016).

Dirinya menuturkan, seperti pada musim kemarau yang terjadi beberapa bulan lalu, banyak petani yang menunda panen akibat kemarau, dan harga murah. Pada musim itu, getah karet sulit didapat karena banyak daun berguguran. Akibatnya produksi karet menurun dan menambah beban berat kehidupan sehari-hari para petani karet di wilayahnya.

“Musim kemarau kemarin memang pukulan berat bagi petani karet harian seperti kita ini. Hasil sadapan getah menurun dan harganya pun juga belum naik. Mudah-mudahan kedepan harga karet bisa naik,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Basroni (45), warga Kecamatan Tanjung Agung mengatakan, karet saat ini belum ada kenaikan harga, justru malah semakin anjlok harganya. Kata dia, harga karet harian di wilayahnya saat ini Rp4 ribu sampai Rp5 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga karet bulanan harganya dikisaran Rp7 ribu sampai dengan Rp8 ribu per kilogram.

“Kalau saya pilih jual karet bulanan. Tetapi petani lain terpaksa jual harian karena butuh uang untuk makan sehari-hari. Petani berharap kepada pemerintah untuk memikirkan masyarakat yang berprofesi sebagai petani kebun. Coba hasil petani lebih mahal,”harapnya.

Bagaimana Menurut Anda?