BANYUASIN, Buanaindonesia.com- PTP Nusantara 7, Unit Usaha Betung, maksanakan acara pisah sambut antara Ir Andi Riswandi dengan It Samuel. Acara dilaksanakan belum lama ini.
Sitompul. Ir Andi Riswandi yang semula menjabat Manajer PTPN7 UU Betung Krawo kini mendapat jabatan baru, sebagai Manager PTPN 7 UU Bentayan, kemudian Ir Samuel Sitompul yang semula menjabat Manajer UU Baturaja kini menjabat Manajer UU Betung kerawo.
Dalam acara pisah sambut itu berlangsung penuh keakraban. Hadiri General Manajer Distrik Banyuasin, Ir Affifudin MM, Ketua IKI, para Manajer, Askep, karyawan, Serikat Pekerja, Muspika, para kepala desa penyanggah, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Dalam sambutannya, Ir Affifudin MM selaku General Manajer( GM) wilayah Distrik Banyuasin mengatakan, penggantian jabatan manajer di unit dalam wilayah distrik Banyuasin adalah hal yang biasa, untuk penyegaran.
Ia Menyarankan selaku pimpinan unit usaha bisa bekerja sama dengan semua unsur, “PTPN 7 unit usaha Betung kerawo milik negara, merupakan aset yang harus di perhatikan dan dijaga oleh karena itu tidak boleh dengan semena-mena dikuasai oleh masyarakat, karena kepemilikan kebun tersebut sesuai prosedur yang berlaku,” ungkapnya.
Afifudin menambahkan, PTPN unit Betung Kerawo mendapatkan kerja bagus, meski produksi belum capai target diharapkan kedepan manajer baru bisa mengali potensi, dan untuk Andi Riswandi merupakan sosok pekerja keras, oleh karena itu diharapkan dapat memimpin unit usaha bentayan dengan baik.
“PTPN7 Unit Bentayan mempunyai luas 6.600 hektar kebun inti, oleh karena itu diharapkan dapat dikelola dengan baik, tahun 2015 ini Bentayan akan berdiri pabrik pengelolahan kelapa sawit (PPKS). Diperkirakan akhir tahun ini sudah dapat beroperasi,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Ir Samuel Sitompul, selaku manajer PTPN7 unit usaha Betung Krawo yang baru saat memperkenalkan diri diatas panggung tidak merasa asing lagi dengan unit Betung kerawo yang ia jabat sekarang, menurutnya mulai tahun 1988 diangkat diafdeling 1 Betung selama 5 tahun, di PTPN 7 unit Tebenan 5 tahun, unit kerawo 2 priode selama 3 tahun, jadi khusus unit krawo dan unit bentayan selama masa bertugas hampir kenal semua.
“Dalam kesempatan ini saya mengajak para pekerja bisa bekerja sama dengan baik, mengelolah luas areal kebun 7000 hektar, siap mengali potensi dan perlu perjuangan bersama selain itu juga perlu dukungan unsur tripika dan desa penyanggah”, ungkapnya.
Terkait persengketaan lahan antara PTPN 7 UU Betung Krawo dengan warga desa Lubuk Karet, dirinya mengakui dan mengharapkan adanya penyelesaian secara baik-baik, “ ia, ada permasalahan lahan Afdeling I dengan warga desa Lubuk karet, kita harapkan adanya komunikasi yang baik, seiring berjalannya waktu kita selesaikan bersama dan kita oftimalkan dengan cara baik,” pungkasnya. (cah)







