PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Front Perjuangan Rakyat (FPR) Jawa Barat berencana akan menggelar aksi damai terkait peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60, pada Jumat, 24 April 2015 nanti. Aksi itu dilakukan karena FPR merasa momentum 60 tahun KAA itu kurang sesuai dengan nilai-nilai yang tertuang dalam KAA 1955 silam.
“Baru ada rencana karena masih koordinasi dengan pihak kepolisian di Bandung,” ujar perwakilan FPR nasional, Rudi H B Daman, seperti yang dilansir dilaman Tempo, Selasa, 21April 2015.
Sebelum aksi damai yang akan dilakukan FPR Jawa Barat pada 24 April 2015, sebelumnya pada Rabu, 22 April 2015 besok FPR akan mengadakan Konferensi Rakyat.
“Nantinya akan melahirkan suatu deklarasi bersama rakyat Asia Afrika dalam KAA nanti,” ujarnya. Baru kemudian, ucap Rudi, akan melakukan aksi damai.
“Sebenarnya bukan aksi, tapi semacam kampanye yang didalamnya kami juga akan parade bagaimana mengkampanyekan KAA untuk massalah anti imperialisme,” katanya.
Ketua FPR Jawa Barat Dewi Amelia, menyatakan aksi itu banyak menuai kendala, terutama masalah izin dari Kepolisian Daerah Jawa Barat. “Saya tidak mengerti dengan pola pikir kapolda, kami kan tidak mengancam keamanan, hanya lakukan aksi damai,” ucapnya.
Makanya, ucap Dewi, lokasi aksi damainya pun masih belum bisa ditentukan, namun kemungkinan besar FPR akan melakukan aksi damai menolak neo imperialisme dan kolonialisme terkait KAA ke-60 itu digelar disekitaran lokasi carnival Asia Afrika.
Menurut Rudi, tujuan diadakannya aksi damai itu merupakan bentuk keterlibatan rakyat Asia Afrika dalam momentum KAA ke-60 nanti.
“Bagian KAA ke-60 juga, kami tidak menolak KAA karena itu memang tak bisa ditolak, tapi kita sebagai rakyat punya hak apa yang akan dibicarakan dalam KAA itu,” ujar Rudi. (***)







