Golkar akan Jaring Kepala Daerah Lewat Survei, Bukan dari Pertimbangan Kubu

10.239 dibaca
Aburizal Bakrie (kiri) dan Agung Laksono (kanan), bersama Jusuf Kalla di acara penandatanganan islah Partai Golkar di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, Sabtu (30/5/2015). Foto : Kompas.

PALEMBANG,Buanaindonesia.com- Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie akan memlih calon kepala daerah yang akan dicalonkan dalam pemilihan kepala daerah serentak berdasarkan hasil survei, prestasi dan rekam jejak.

“Jadi enggak ada lagi kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie. Pakai survei saja, mana yang rating dan popularitasnya tertinggi,” kata Agung, seperti yang dilansir dilaman kompas.com, Minggu 31 Mei 2015.

Advertisement

Agung menjelaskan, hingga saat ini baik kubunya maupun kubu Aburizal Bakrie sudah mulai melakukan penjaringan di berbagai daerah. Calon yang dipilih di tiap daerahnya, kata dia, ada yaang sama namun ada juga yang bereda.

“Nanti kalau islah sementara ini bisa berjalan, tinggal digabungkan saja,” kata Agung.

Mantan Menko Kesejahteraan Rakyat ini menambahkan, nantinya Golkar tidak akan meminta mahar kepada para calon kepala daerah. Dengan begitu, diharapkan kepala daerah yang dihasilkan nantinya akan benar-benar bersih dari politik uang.

Agung mengatakan, kubu Aburizal Bakrie sudah sepakat dengan aturan-aturan ini. “Dalam lampiran (yang ditandangani kemarin) sudah ada kesepakatan itu. Pertama, berdasarkan hasil survei, kedua tidak ada mahar,” ucap Agung.

Pada Sabtu (30/5/2015) kemarin, Agung dan Aburizal telah resmi melakukan islah terbatas dengan meneken sejumlah kesepakatan kerjasama untuk mengikuti pilkada. Wakil Presiden yang juga politisi senior Golkar Jusuf Kalla menjadi mediator dalam kesepakatan ini. (***)

Bagaimana Menurut Anda?