Enam Titik Hospot Terpantau di Wilayah OI

14.226 dibaca

OGAN ILIR, Buanaindonesia.com- Memasuki musim kemarau yang dikuti tingginya suhu udara saat ini, beberapa titik rawan terjadinya kebakaran baik lahan perkebunan dan lahan gambut diwilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel mulai terpantau.
          
“Hasil laporan yang kami terima dari BMKG pada 28 Juni, terpantau atau terdeteksi 6 titik api atau titik hospot,’’ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab OI Drs Ahmad Syakroni SSos MM, selasa (30/06).

Menurut Ahmad Syakroni, ke enam titik hotspot tersebut meliputi 4 titik dikawasan Kecamatan Tanjung Batu dan 2 titik hospot di kawasan Desa Talang Pangeran Kecamatan Pemulutan Barat.“Untuk titik hospot pada 29 Juni ini, kami belum menerima laporan, apakah bertambah atau tidak,’’lanjut Ahmad Syakroni.
          
Agar titik hospot tersebut tidak melebar, pihaknya sudah melakukan langkah persiapan, dengan di standbykannya peralatan yang ada seperti tangki air , mesi sedot air dan peralatan bantuan dari Pemprov Sumsel.

Selain itu, petugas terus melakukan patroli dengan sistem piket, membentuk posko dan lainnya’’Untuk personil kami siapkan 20 orang yang bekerja secara bergantian,’’katanya
Dikatakan Ahmad Syakroni, memang pada bulan Juni ini sudah memasuki musim kemarau, namun puncaknya dipredikasikan akan berlangsung pada Agustus mendatang,’’Seperti suhu udara tahun ini lebih panas ketimbang tahun sebelumnya, sehingga kami khawatir itensitas kabakaran lahan lebih tinggi,’’lanjutnya

Untuk itu pihaknya sudah melakukan langkah lainnya yakni menyebarkan selebaran Maklumat Kapolda Sumsel Nomor Mak/03/IV/2015 yakhi tentang pembakaran hutan, Lahan atau ilalang semak belukar yang merupakan perbuatan pelanggaran hukum tentu akan ditindak tegas

“Maklumat Kapolda itu sudah kami sebarkan kepada masyarakat, agar masyarakat paham dan mengerti, dampak bahaya dari pembakaran lahan ,’’tandas Ahmad Syakroni.

Bagaimana Menurut Anda?