Gema Pembebasan Sumsel : Indonesia Kaya Tapi Dirampok Asing

11.521 dibaca
Gerakan Mahasiswa Pembebasan, Sumsel saat mengadakan unjukrasa di DPRD Sumsel, Selasa 1 September 2015. Foto : Ward
Gerakan Mahasiswa Pembebasan, Sumsel  saat mengadakan unjukrasa di DPRD Sumsel, Selasa 1 September 2015. Foto : Ward
Gerakan Mahasiswa Pembebasan, Sumsel saat mengadakan unjukrasa di DPRD Sumsel, Selasa 1 September 2015. Foto : Ward

PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Puluhan aktivis mahasiswa yang mengatasnamakan “Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema)” yang beralamat di Jalan Sukabakti Km 6,5 Palembang, Selasa 1 September 2015 mendatangi kantor DPRD Sumsel, Jalan Kapten Arivai, untuk menyampaikan aspirasi secara damai dihalaman kantor wakil rakyat.

“Aksi ini dilakukan secara serentak di Indonesia,”kata Muhammad Anton, Pengurus Daerah Gerakan Mahasiswa Pembebasan di Sumsel.

Advertisement

Dalam aksinya mereka menyampaikan 4 tuntutan diantaranya¸menolak kemerdekaan Semu Ala Demokrasi sekuler, menolak segala kebijakan yang menguntungkan kapitalis, ganti rezim dan ganti sistem

Disamping itu juga mereka menyikapi masalah sumber daya alam di Indonesia yang melimpah tapi hasilnya dinikmati oleh bangsa asing.

“Negeri Indonesia ini negeri kaya, negeri yang mempunyai sumber daya alam, semua itu punya kita. Tapi faktanya perusahan-perusahan asinglah yang merampok kekayaan kita,”kata Anton, saat menyampaikan orasi di halaman gedung DPRD Sumsel, selasa (1/9).

Dalam hal ini, aksi unjukrasa diterima oleh, Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda. Mereka sangat terima kasih kepada adik –adik mahasiswa yang masih mempunyai daya kristis terhadap pemerintah

“Aspirasi yang adik sampaikan ini, nantinya akan kita jadikan bahan untuk diskusi di DPRD Sumsel untuk disampaikan ke pemerintah pusat,” kata keponakan mantan Ketua DPR RI (almarhum Taufik Kiemas).

Dia menangapi dalam kondisi yang seperti ini, siapapun yang memimpin Ripublik ini mengalami masa sulit

“Pemerintah Jokowi – JK sekarang ini dalam masa sulit, dengan adanya mahasiswa kritis seperti ini diperlukan untuk kerjasamanya, membantu pemikiranya agar Indonesia lebih baik,”pungkasnya. (Ward)

Bagaimana Menurut Anda?