Polda Sumsel Duga Mami LN Punya Penyalur PSK di Bandung

10.671 dibaca
Bukti rekap transaksi esek-esek.

PALEMBANG,Buanaindonesia.com-Polda Sumsel terus mendalami kasus penjualan orang (human trafficking) yang dilakukan seorang wanita berstatus sebagai germo inisial LN (35). Dugaan kuat, LN yang sudah ditetapkan sebagai tersangka memiliki jaringan kuat untuk mengembangkan bisnisnya.

Bukti rekap transaksi esek-esek.
Bukti rekap transaksi esek-esek.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Tulus Sinaga mengungkapkan, dari pengakuan tersangka LN, wanita yang dijadikannya sebagai PSK ditemukannya sendiri di daerah asalnya, Bandung, Jawa Barat. Korban dijanjikan akan dipekerjakan sebagai pelayan toko di Palembang dengan upah berkisar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta perbulan.

Advertisement

“Mayoritas korbannya bukan PSK waktu ditemukan, mereka janda yang tidak ada pekerjaan di Bandung. Di Palembang baru dipaksa jadi PSK,” ungkap Tulus, Jumat (4/9).
Selain mendapatkan sendiri, tersangka juga memiliki anak buah di Bandung yang bertugas mencari wanita untuk dikirim ke Palembang. Penyalur tersebut tidak perlu menjelaskan secara rinci pekerjaan yang diberikan kepada calon korbannya.

“Memang ada penyalurnya di Bandung. Semua ongkos dan fasilitasnya ditanggung oleh tersangka,” kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya akan menyelidiki kasus ini hingga tuntas dan penyalur PSK di Bandung juga berhasil ditangkap, termasuk dugaan adanya jaringan khusus di lingkaran bisnis yang dijalankan tersangka.

“Baru LN jadi tersangka. Tidak menutup kemungkinan penyalurnya juga sama, tergantung hasil penyelidikan,”

Diketahui, Polda Sumsel berhasil menciduk pelaku penjualan orang (human trafficking) yang menjadikan korbannya sebagai PSK di eks lokalisasi Kampung Baru Palembang, Kamis (3/9). Penangkapan tersebut dilakukan dalam penggerebekan di sebuah cafe ‘Cahaya Sumber Bandung’ milik tersangka LN.

Saat digerebek, pelaku LN sedang berada di lokasi dan tidak melakukan perlawanan. Sementara sepuluh korbannya dijemput di sebuah tempat karoeke di pusat perbelanjaan Palembang Square (PS).

Dari penggerebekan tersebut, diamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya sekitar 20 kotak kondom di sepuluh kamar dan beberapa buku rekapitulasi penghasilan dari kunjungan tamu per malam.

Dari usahanya tersebut, LN mampu menghasilkan Rp 500 juta per dua bulan. Uang itu sebagian diberikan kepada anak buahnya sebagai gaji, dan sisanya untuk tersangka sendiri, termasuk biaya operasional kafe. (Erwan – Ward)

Bagaimana Menurut Anda?